Tragedi Fragmentasi Astral Selestial
Fragmentasi Astral Selestial (Celestial Fragmentation of Astral), merupakan tragedi paling menghacurkan yang pernah terjadi di planet terra. Tragedi ini menghancurkan semua permukaan yang di terra dan merubah dratis permukaan geografis di semua tempat. Setelah tragedi selesai, muncul monster, kekuatan super seperti sihir dan ras lain. Penduduk terra menyebutnya dalam sejarah, itu adalah era Exnemosen yaitu berarti Dunia Baru Asing.
Nama Tragedi
- Fragmentasi: Kata ini berasal dari ‘fragmen’, yang berarti ‘bagian’ atau ‘potongan’. Dalam konteks ini, ‘fragmentasi’ mengacu pada proses pecahnya atau hancurnya sesuatu menjadi bagian-bagian lebih kecil. Ini memberikan gambaran tentang suatu peristiwa besar yang menyebabkan sesuatu, mungkin sebuah objek langit atau entitas kosmik, terpecah menjadi banyak potongan.
- Astral: Istilah ini berkaitan dengan bintang dan luar angkasa. Dalam konteks spiritual atau esoterik, ‘astral’ sering merujuk pada hal-hal yang berkaitan dengan bintang atau dimensi lain di luar pengalaman fisik kita. Dalam nama ini, ‘astral’ menambahkan unsur misteri dan keindahan kosmik, serta mengindikasikan bahwa peristiwa tersebut memiliki hubungan dengan bintang atau fenomena luar angkasa.
- Selestial: Adalah terjemahan dari kata ‘celestial’ dalam bahasa kuno sebelum dunia terra bersatu, yang berarti ‘langit’ atau ‘yang berasal dari langit’. Kata ini sering digunakan untuk mendeskripsikan hal-hal yang indah, megah, dan tak terjangkau yang berasal dari atau terkait dengan langit atau luar angkasa. Dalam konteks nama ini, ‘selestial’ menekankan pada aspek kosmik dari peristiwa tersebut, menggambarkan sifatnya yang luas, megah, dan di luar pemahaman manusia biasa.
Gabungan ketiga kata ini, “Fragmentasi Astral Selestial”, memberikan gambaran tentang suatu peristiwa kosmik yang megah dan misterius, dimana suatu objek atau entitas luar angkasa terpecah secara dramatis, membawa dampak yang besar dan mungkin malapetaka, tetapi juga keindahan dan misteri yang tak terjelaskan.

