Elemen Api merupakan salah satu kekuatan paling berbahaya dalam dunia “Dunia Baru”. Pengguna elemen ini mampu menciptakan dan mengendalikan api sesuai kehendak mereka. Namun, kekuatan tersebut juga memiliki risiko besar, karena api yang diciptakan dapat melukai penggunanya sendiri jika tidak terkendali.
Pada tingkatan awal, pengguna menghasilkan Api Merah dengan suhu berkisar antara 30–1000 °C. Dengan penguasaan lebih tinggi, mereka dapat memicu ledakan api sesuai keinginan.
Tingkat berikutnya adalah Api Biru, dengan suhu 1001–2000 °C. Dari sini, kemampuan dapat berkembang menuju Api Putih, yang suhunya melebihi 2001 °C.
Namun, semakin tinggi tingkatan, semakin besar pula risikonya. Pengguna elemen api tidak mampu menahan suhu api dalam waktu lama. Jika dipaksakan, mereka dapat mengalami cedera serius akibat kekuatan mereka sendiri.
Pada fase tertinggi, muncul Api Hitam, jenis api paling berbahaya. Api ini tidak akan padam dengan sendirinya dan hanya bisa dipadamkan melalui tiga cara:
Oleh penggunanya sendiri.
Oleh pengguna elemen air tingkat Pembuat Air Suci.
Oleh pengguna elemen alkimia tingkat Pembuat Pakar yang mampu menciptakan alat dari material langka untuk memadamkannya.
Mengendalikan Api Hitam sangat berisiko. Salah langkah dapat menyebabkan luka bakar parah bahkan kematian. Namun, bila berhasil dikuasai, kekuatan ini menempatkan penggunanya pada level yang dapat menandingi elemen kegelapan.
Selain bahaya langsung, kelemahan utama elemen api adalah konsumsi magi yang sangat tinggi. Karena itu, sebagian besar pengguna elemen api cenderung memiliki kapasitas magiya besar untuk mengimbangi kebutuhan energi ini. Meski begitu, pada fase akhir, ancaman terbesar tetap datang dari api hitam itu sendiri—yang dapat membunuh penggunanya jika tidak terkontrol.
Elemen Air adalah salah satu elemen paling serbaguna dalam Dunia Baru. Penggunanya mampu menciptakan dan mengendalikan air, baik untuk menyerang, bertahan, maupun mendukung sekutu. Fleksibilitas ini menjadikan elemen air sebagai salah satu kekuatan yang paling dihargai, namun sekaligus rentan disalahpahami sebagai terlalu dominan.
Pada tahap dasar, pengguna sudah bisa membentuk dinding air untuk menahan proyektil seperti panah atau peluru, sekaligus melancarkan serangan dengan tekanan air. Seiring peningkatan kemampuan, mereka bahkan dapat memanifestasikan air suci yang sanggup memadamkan Api Putih maupun Api Hitam.
Selain potensi ofensif dan defensif, elemen air juga memiliki kemampuan pemulihan. Pengguna tingkat lanjut mampu menyembuhkan luka ringan atau segar, serta menciptakan air yang dapat memulihkan stamina dan magiya. Namun, kemampuan ini datang dengan batasan: luka berat atau penyakit tidak bisa dipulihkan hanya dengan kekuatan air, dan pemulihan magiya berlebihan dapat membuat tubuh pengguna cepat lelah atau aus.
Efisiensi penggunaan elemen air pun sangat bergantung pada lingkungan. Di dekat sungai, laut, atau hujan deras, air bisa digunakan dengan relatif hemat. Namun, jika pengguna harus menciptakan air sepenuhnya dari magiya, biaya energinya meningkat drastis.
Meskipun rata-rata kapasitas magiya pengguna elemen air berada pada tingkat sedang, kemampuan mereka untuk menggabungkan serangan, pertahanan, dan dukungan menjadikan elemen ini sangat berharga dalam pertempuran panjang. Namun dengan semua batasan dan risiko yang ada, elemen air tetap seimbang: kuat, berguna, tapi tidak mutlak sempurna.
Elemen Es dikenal sebagai salah satu elemen dengan pertahanan terkuat sekaligus serangan yang mematikan, menjadikannya efektif dalam berbagai jenis pertempuran.
Pada tahap dasar, pengguna mampu menciptakan es dengan suhu antara –20 °C hingga –150 °C. Dengan kekuatan ini, mereka bisa membentuk berbagai senjata dari es serta mengubah lingkungan sekitar menjadi zona dingin yang memperlambat musuh.
Di tahap menengah, pengguna dapat menghasilkan kristal es keras dengan suhu –151 °C hingga –300 °C. Kristal ini hampir sekuat baja, sehingga efektif untuk serangan maupun pertahanan.
Pada tahap tertinggi, suhu dapat diturunkan hingga –500 °C. Dalam kondisi ini, es yang diciptakan mampu melumpuhkan atau bahkan membunuh lawan secara instan akibat hipotermia ekstrem.
Keunggulan utama pengguna elemen es adalah fleksibilitas dalam membentuk struktur es dan mengubah medan pertempuran sesuai kebutuhan, memberi keuntungan taktis yang signifikan. Selain itu, elemen ini dikenal efisien dalam penggunaan magi, karena membutuhkan energi relatif sedikit untuk diaktifkan. Kebanyakan pengguna elemen es juga memiliki kapasitas magi yang besar, sehingga mereka mampu bertarung lebih lama.
Namun, elemen ini juga membawa risiko besar. Suhu ekstrem yang diciptakan dapat membahayakan penggunanya sendiri. Meskipun mereka memiliki ketahanan alami terhadap dingin hingga –150 °C, batas tersebut tidak membuat mereka sepenuhnya kebal. Jika suhu yang dihasilkan melebihi ambang ini, tubuh pengguna tetap bisa mengalami dampak berbahaya.
Selain itu, semakin dingin suhu yang diciptakan atau semakin luas area yang dibekukan, maka konsumsi magi akan meningkat drastis. Jika pengguna tidak mampu menahan beban ini, kekuatan es dapat berbalik menjadi ancaman yang berakibat fatal bagi diri mereka sendiri.
Elemen Udara dikenal karena memberikan penggunanya kegesitan luar biasa. Dengan kemampuan untuk memanipulasi udara di sekitar, mereka dapat memanfaatkannya baik untuk keuntungan pribadi maupun menghadapi lawan.
Pada tingkat “Angin Kecil”, pengguna mampu menghasilkan hembusan angin ringan. Meski dasar, kekuatan ini sudah cukup untuk mendorong lawan, menghindari serangan dengan cepat, atau bahkan melancarkan serangan sayatan angin.
Beranjak ke tingkat “Angin Sedang”, pengguna dapat menciptakan hembusan angin tajam seperti pedang, cukup kuat untuk membelah tubuh manusia. Pada tahap ini mereka juga memperoleh kemampuan terbang terbatas serta membangkitkan tornado kecil.
Pada tingkat “Angin Besar”, kemampuan meningkat drastis. Pengguna dapat mengendalikan aliran udara dalam area luas, termasuk menciptakan tornado besar untuk menghancurkan musuh atau mengubah kondisi medan pertempuran.
Tahap terakhir dikenal sebagai “Pemanipulasi Angin”. Pada level ini, pengguna memiliki kontrol penuh atas angin dan mampu mengatur kondisi udara di wilayah luas sesuai keinginannya—misalnya membuat area tertentu menjadi sangat berangin atau bahkan mengganggu pernapasan musuh.
Meski kuat, pengguna elemen udara memiliki kelemahan. Variasi serangan mereka terbatas, dan mereka cenderung menggunakan serangan berskala besar yang sulit dikontrol. Namun, mereka unggul dalam kelincahan bertahan, termasuk kemampuan mempercepat laju proyektil, panah, atau peluru yang ditembakkan.
Kapasitas magi pengguna elemen udara biasanya berada pada tingkat normal, cukup stabil untuk penggunaan jangka panjang meski tidak terlalu besar.
Elemen Tanah dikenal sebagai elemen dengan pertahanan terkuat di antara semua elemen, sekaligus memiliki kapasitas serangan yang dahsyat. Pada tahap dasar, pengguna dapat mengendalikan tanah untuk membentuk berbagai struktur atau objek sesuai keinginan—mulai dari perisai, pedang, hingga dinding pelindung.
Pada tingkatan lebih tinggi, pengguna berkembang dari Batu, lalu Besi, hingga mencapai Baja, yang memberi mereka kemampuan membentuk material dengan kekuatan semakin besar. Puncaknya adalah tahap Wurtzite, di mana pengguna mampu menciptakan objek dari material padat terkuat yang pernah mereka ketahui atau sentuh.
Kekuatan pertahanan elemen tanah sangat tangguh, terutama pada tahap Wurtzite. Elemen ini cenderung lemah terhadap pengguna air, namun kekuatan baja memberi mereka keunggulan melawan elemen air. Meski demikian, pertahanan yang solid tetap bisa ditembus oleh pengguna Alkimia yang cukup kreatif.
Kelemahan utama elemen tanah terletak pada waktu dan energi. Proses membentuk senjata atau struktur tidak instan dan membutuhkan magiya besar, terutama pada tingkatan tinggi. Pada fase di atas Besi, pemulihan magiya berlangsung lebih lambat, ditambah risiko kelelahan fisik. Meski begitu, pemulihan biasanya kembali normal setelah beberapa waktu hingga beberapa hari.
Sebagai kompensasi, pengguna elemen tanah umumnya memiliki kapasitas magiya terbesar dibandingkan semua elemen lainnya, menjadikan mereka tangguh dalam pertarungan jangka panjang.
Elemen Listrik adalah elemen yang terkenal karena kecepatan dan kelincahan reaktifnya. Pengguna elemen ini mampu menghasilkan serangan kilat yang mematikan, sangat efektif dalam pertarungan singkat dan duel jarak dekat.
Pada tahap awal, pengguna sudah dapat memunculkan listrik biru yang menimbulkan sengatan menyakitkan dan paralisis sementara. Seiring peningkatan kemampuan, listrik berubah menjadi ungu, mempercepat serangan mereka hingga sulit diantisipasi. Pada tingkat tertinggi, lahirlah listrik putih, puncak kecepatan yang membuat serangan dan gerakan pengguna hampir setara dengan cahaya, namun tetap berbeda dalam sifat dan cara kerjanya.
Kelebihan utama elemen listrik adalah serangan cepat dan mematikan. Listrik dapat mengacaukan sistem saraf musuh, membuat mereka lumpuh sesaat atau kehilangan refleks. Serangan ini memberi pengguna kesempatan emas untuk menghabisi lawan sebelum sempat melawan. Tidak seperti elemen lain yang boros magiya, elemen listrik relatif hemat magiya, sehingga fokus utamanya bukan pada energi spiritual, melainkan pada stamina fisik.
Namun, inilah kelemahan terbesarnya. Gerakan yang eksplosif dan berulang membuat tubuh pengguna cepat kelelahan. Jika stamina tidak dilatih dengan baik, mereka bisa kehilangan efektivitas dalam hitungan menit. Dalam kondisi ekstrem, penggunaan berlebihan dapat menimbulkan tremor, ketegangan otot, atau kelumpuhan sementara. Hanya dalam kasus yang sangat parah, efek jangka panjang dapat merusak tubuh permanen.
Selain itu, pengguna elemen listrik sangat rentan terhadap air. Tubuh mereka memang secara alami membentuk jalur pelepasan listrik lewat magiya, sehingga mampu menahan kelembapan normal seperti keringat. Namun, jika tubuh mereka basah kuyup atau terkena rendaman air, listrik bisa berbalik mengenai diri mereka sendiri dan menjadi bumerang mematikan.
Dengan semua kelebihan dan kelemahannya, elemen listrik adalah kekuatan yang menuntut pengguna untuk cepat, tepat, dan efisien. Mereka adalah pemburu kilat di medan perang—mematikan dalam sekejap, namun tidak ditakdirkan untuk pertempuran panjang.
Elemen Cahaya adalah salah satu kekuatan paling istimewa dalam Dunia Baru, dikenal karena kecepatannya yang luar biasa hingga menyerupai teleportasi. Bahkan sejak tahap awal, pengguna elemen ini sudah mampu memanifestasikan cahaya menjadi senjata sesuai imajinasi mereka. Senjata itu bisa berupa pedang, tombak, atau bentuk lain, dan sering kali digunakan dengan gerakan yang begitu cepat hingga tampak seakan-akan pengguna menghilang dan muncul kembali dalam sekejap.
Seiring penguasaan yang meningkat, cahaya dapat dipadatkan menjadi bentuk yang lebih solid, bahkan sekeras baja. Pada tahap ini, sebagian pengguna juga memperoleh kemampuan untuk merasakan keberadaan musuh di sekitar mereka dalam radius tertentu, meskipun tidak semua mampu memanfaatkan kemampuan deteksi ini dengan baik. Efektivitasnya sangat bergantung pada konsentrasi dan keahlian pribadi.
Pada tingkat tertinggi, kecepatan pengguna elemen cahaya benar-benar mencapai puncaknya. Mereka dapat bergerak hampir setara dengan teleportasi penuh, melintasi medan tempur dengan gerakan yang nyaris tak tertangkap mata. Bagi lawan yang tidak siap, kecepatan ini adalah mimpi buruk: sulit ditebak, sulit ditangkis, dan hanya bisa dilawan dengan refleks luar biasa atau strategi khusus.
Namun, di balik keistimewaan itu, elemen cahaya membawa konsekuensi yang berat. Tubuh manusia tidak diciptakan untuk menahan tekanan pergerakan secepat cahaya. Otot, persendian, bahkan organ dalam bisa rusak jika pengguna memaksakan diri. Konsentrasi juga menjadi faktor penting, sebab cahaya yang dipadatkan sedikit saja goyah bisa pecah, menghilang, atau bahkan membutakan penggunanya sendiri.
Ada pula paradoks yang unik: semakin terang cahaya yang mereka hasilkan, semakin jelas pula bayangan mereka tercetak. Bagi musuh yang cerdas, bayangan itu justru menjadi petunjuk berharga untuk membaca gerakan pengguna. Selain itu, dalam kondisi gelap total, cahaya harus diciptakan sepenuhnya dari nol, yang membuat konsumsi magi meningkat drastis.
Meskipun sebagian besar pengguna elemen cahaya memiliki kapasitas magiya yang besar, elemen ini tetap terkenal boros. Selama cahaya masih aktif, magi akan terus terkuras tanpa henti. Beberapa kasus bahkan mencatat bahwa penggunaan berlebihan dapat membuat seorang pengguna kehilangan akses terhadap elemen cahaya untuk waktu yang tidak bisa dipastikan. Karena itulah, walau terlihat gemilang dan nyaris sempurna, elemen cahaya justru menjadi salah satu elemen yang paling sulit dikuasai di antara semuanya.
Elemen Kegelapan adalah salah satu elemen yang paling efisien, kuat, dan mematikan, namun juga berpotensi menjadi mimpi buruk bagi penggunanya sendiri.
Sejak tahap pemula, pengguna sudah mampu menciptakan berbagai jenis serangan sesuai kreativitas mereka. Keistimewaan di tahap ini adalah kemampuan untuk menghilang di balik bayangan, sesuatu yang sangat menakutkan bagi lawan yang tidak memahami rahasia elemen ini. Bahkan pada tahap awal, kekuatan dan akurasi serangan pengguna kegelapan sudah dapat menyaingi tahap kedua atau ketiga dari elemen lain.
Pada tingkat Keheningan, pengguna mampu bergerak tanpa suara dan menghindari deteksi teknologi seperti inframerah atau radar. Namun, mereka tetap bisa terendus oleh pengguna Alkimia dengan peralatan khusus.
Di tahap akhir, pengguna elemen kegelapan dapat menggandakan kekuatan mereka hingga dua kali lipat tanpa efek samping. Akan tetapi, setiap peningkatan lebih lanjut membawa konsekuensi berat. Sejak tahap awal, pengguna memang memiliki opsi untuk memperkuat diri secara dramatis, tetapi kekuatan ini selalu datang dengan harga: kesehatan dan umur.
Efek samping yang muncul beragam, mulai dari cacat fisik, penurunan fungsi indera, pemendekan usia, hingga berkurangnya kapasitas magiya. Kelemahan fatal lainnya adalah kecenderungan pingsan bila kapasitas magiya turun di bawah 20%.
Secara umum, kapasitas magiya pengguna elemen kegelapan adalah yang terendah di antara semua elemen, meski dalam kasus langka, ada individu dengan kapasitas besar yang menjadi pengecualian. Kondisi ini mendorong pengguna elemen kegelapan untuk lebih berhati-hati dan sadar dalam setiap penggunaan kekuatan.
Meski penuh risiko, elemen ini tetap menjadi salah satu yang paling mematikan. Dalam kegelapan malam, kekuatan mereka mencapai puncaknya, efisiensi penggunaan magiya bisa menjadi super efisien, menjadikan waktu itu sebagai momen terbaik bagi mereka untuk bertarung.
Mutan adalah individu yang memperoleh kekuatan melalui asimilasi biologis dengan hewan atau monster. Tidak seperti pengguna elemen yang mengandalkan magiya, kekuatan mereka berasal dari fisiologi tubuh yang telah berubah. Mutan tetaplah manusia, namun tubuh mereka mengalami perubahan karena faktor tertentu seperti anomali, warisan genetik, eksperimen, atau kontrak dengan makhluk lain. Perubahan ini membuat organ dan jaringan mereka menyatu dengan sifat hewan atau monster, menciptakan bentuk kekuatan yang sepenuhnya berbeda dari jalur magiya.
Pada tahap awal, seorang mutan mampu menggunakan indra dan kekuatan fisik hewan atau monster yang diwarisi. Ada yang mendapatkan penglihatan tajam burung malam, penciuman kuat anjing pemburu, atau kekuatan otot seekor beruang. Seiring waktu, mereka memasuki fase transformasi, ketika tubuh mengalami perubahan permanen. Ciri khas makhluk asal kekuatan itu mulai tampak jelas—gigi tajam, telinga panjang, kulit tebal, atau sisik keras—hingga wujud mereka tidak lagi sepenuhnya manusia. Perubahan ini tidak dapat dibalikkan, menjadikan mutan selamanya berbeda dari manusia biasa.
Pada fase akhir, seorang mutan bisa mencapai puncak kekuatan hewan atau monster asalnya, bahkan melampauinya. Mereka menjadi sosok yang menakutkan dengan kekuatan fisik luar biasa dan naluri tajam yang sulit ditandingi. Namun, bersama kekuatan itu juga hadir konsekuensi. Mutan mewarisi sifat bawaan spesies yang mereka gunakan, sehingga naluri hewan atau monster sering memengaruhi kepribadian mereka. Seorang mutan serigala bisa menjadi lebih agresif, mutan reptil bisa lebih dingin dan lamban, sementara mutan burung pemangsa mungkin tidak bisa melepaskan diri dari naluri berburu.
Kemampuan ini sepenuhnya tidak bergantung pada magiya, melainkan pada tubuh hasil mutasi. Itu sebabnya mutan sangat bergantung pada stamina. Tubuh mereka yang lebih berat, cepat, atau kuat menuntut energi fisik besar, dan dalam transformasi penuh kebutuhan stamina meningkat drastis. Aura mereka pun berbeda dari manusia biasa. Pancaran energi yang liar dan buas kerap membuat mutan langsung dikenali, terutama oleh individu yang peka terhadap aura, dan membuat keberadaan mereka sulit disembunyikan.
Menariknya, meski kekuatan mutan tidak berasal dari magiya, individu mutan tetap dapat memiliki afinitas elemen seperti manusia pada umumnya. Biasanya, afinitas elemen seorang mutan mengikuti sifat hewan atau monster yang menjadi asal mutasinya—misalnya mutan burung cenderung selaras dengan elemen udara. Namun, ada juga kasus langka di mana mutan mewarisi atau mengembangkan afinitas elemen yang berbeda dari garis keturunan manusianya. Contohnya, seorang mutan burung yang justru memiliki afinitas elemen api. Fenomena ini menciptakan mutan dengan ciri ganda, menggabungkan kekuatan biologis sekaligus elemen, menjadikan mereka sosok yang sulit diprediksi dan berpotensi sangat berbahaya.
Umur mutan juga tidak menentu. Ada yang hidup lebih lama dari manusia normal berkat tubuhnya yang kuat, namun banyak pula yang mati muda karena tubuh tidak mampu beradaptasi dengan mutasi. Hal ini membuat mutan selalu dipandang dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi mereka bisa menjadi aset berharga, kekuatan yang mampu menandingi pasukan pengguna elemen. Namun di sisi lain, mereka juga dianggap ancaman, sesuatu yang terlalu mirip monster. Sejarah mencatat ada mutan yang menjadi pahlawan, tetapi juga ada yang berubah menjadi bencana karena gagal mengendalikan naluri buasnya.
Mutan adalah bukti bahwa kekuatan di Dunia Baru tidak selalu lahir dari magiya, tetapi juga bisa berasal dari tubuh itu sendiri. Namun, jalur ini membawa harga yang mahal, sebab konsekuensi mutasi sering kali lebih berat daripada risiko kekuatan elemen mana pun.
Alkimia adalah kemampuan yang memungkinkan seseorang menciptakan objek nyata langsung dari magiya. Dari pedang sederhana hingga senjata berat, dari perisai tipis hingga mesin rumit—semuanya bisa terwujud sejauh imajinasi dan pengetahuan penggunanya mencukupi. Bagi seorang alkemis, dunia bukan sekadar tanah dan logam, melainkan kanvas imajinasi. Dengan magiya sebagai tinta dan pengetahuan sebagai kuas, mereka seolah menulis ulang kenyataan menjadi bentuk baru.
Pada tahap awal, seorang praktisi hanya mampu membuat objek sederhana: pedang, perisai, pistol, dan item ringan lain yang strukturnya tidak kompleks. Seiring perkembangan, mereka mulai bisa membentuk objek berukuran sedang, lebih berat, atau lebih rumit dalam desain. Pada fase ketiga, batas itu semakin pudar—seorang alkemis dapat menciptakan hampir semua jenis objek yang ada. Dan pada fase tertinggi, mereka mampu memunculkan senjata penghancur, karya teknologi baru, atau mesin rumit yang bahkan melampaui pengetahuan zamannya.
Namun, harga dari Alkimia selalu tinggi. Semakin detail, kuat, dan kompleks sebuah ciptaan, semakin besar pula magiya yang harus dikorbankan. Ada kalanya seluruh magiya pengguna terkuras hanya untuk menciptakan satu karya. Tidak hanya itu, stamina juga ikut terbebani, karena tubuh harus menanggung tekanan materialisasi.
Alkimia bukanlah seni instan. Ia menuntut fokus, kesabaran, dan pengetahuan mendalam. Seorang alkemis harus memahami struktur benda, fungsi, serta cara kerjanya sebelum menciptakan. Semakin realistis pemahaman itu, semakin tinggi pula peluang keberhasilan. Sebaliknya, kegagalan dalam proses materialisasi bisa berakibat pada pemborosan magiya, bahkan risiko ledakan balik yang dapat melukai penciptanya.
Kecepatan pembuatan objek sangat bervariasi. Item sederhana seperti pedang atau senjata ringan dapat dibuat dalam hitungan detik, bahkan instan. Namun, untuk mesin kompleks atau senjata besar, prosesnya bisa memakan waktu lama, ditambah beban magiya yang sangat berat.
Bagi sebagian orang, Alkimia adalah seni. Bagi yang lain, ia adalah ilmu. Namun bagi para praktisi sejati, Alkimia adalah perjudian antara tubuh dan jiwa—usaha untuk mencipta sesuatu dari ketiadaan, dengan kemungkinan kegagalan yang dapat merenggut nyawa mereka sendiri.
Unik adalah jalur kekuatan yang tidak mengikuti hukum umum elemen maupun mutasi. Ia muncul sebagai manifestasi individualitas, sebuah kemampuan yang berbeda-beda pada tiap orang dengan bentuk dan cara kerja yang nyaris tak terbatas. Setiap manusia di Dunia Baru berpotensi memilikinya, namun pemicu untuk membangkitkan kekuatan ini berbeda-beda: latihan keras, kejadian traumatis, pengalaman emosional yang mendalam, bahkan kondisi kebetulan yang tidak terduga.
Pada tahap awal, pengguna Unik sering kali tidak sadar memiliki kemampuan. Ada yang tanpa sengaja memunculkan pertahanan mutlak ketika hampir mati, ada yang tiba-tiba bisa melihat dalam gelap setelah kecelakaan, atau menemukan dirinya kebal terhadap racun berbahaya. Seiring waktu, mereka belajar memahami dan mengendalikan kemampuan tersebut, meski prosesnya selalu unik untuk tiap individu.
Kemampuan Unik terbagi menjadi dua kategori utama. Unik Biasa cenderung berbentuk peningkatan alami—indera yang lebih tajam, fokus sempurna, kekuatan otot berlebih, atau ketahanan terhadap penyakit. Sementara itu, Unik Spesial lebih jarang muncul dan sering menyerupai sihir. Kemampuan jenis ini mencakup hal-hal luar biasa seperti teleportasi, ilusi, penyembuhan, atau bahkan manipulasi realitas dalam batas tertentu.
Energi yang mendasari Unik pun beragam. Ada yang sepenuhnya pasif dan tidak memerlukan magiya sama sekali, ada yang selalu aktif sehingga penggunanya tidak bisa mematikannya, dan ada pula yang sangat boros, menguras seluruh magiya hanya untuk satu kali aktivasi. Variasi ini membuat setiap kemampuan Unik benar-benar tidak ada duanya, karena bahkan dua orang dengan kemampuan mirip bisa memiliki cara kerja dan konsekuensi berbeda.
Bagi masyarakat Dunia Baru, Unik adalah bukti bahwa kekuatan tidak hanya lahir dari elemen atau mutasi, melainkan juga dari potensi tersembunyi dalam diri manusia. Ada yang sederhana—kebal terhadap alkohol, tidak pernah mabuk seumur hidupnya. Ada pula yang spektakuler—mampu berpindah sekejap melintasi jarak mustahil.
Dalam semua kasus, Unik menegaskan satu hal: setiap manusia membawa kemungkinan yang tak terduga dalam dirinya. Kekuatan ini bisa menjadi anugerah, bisa pula menjadi kutukan, tetapi selalu menjadi tanda bahwa manusia lebih dari sekadar makhluk yang tunduk pada hukum dunia.
Invek adalah jalur kekuatan paling misterius, berbahaya, sekaligus nyaris mustahil dicapai. Ia bukan elemen, bukan mutasi, bukan pula unik. Invek adalah hasil evolusi dari kekuatan yang sudah didorong hingga batas tertinggi, lalu menembus lapisan terdalam Dunia Baru—lapisan hukum, sebab-akibat, dan logika realitas itu sendiri.
Untuk meraih Invek, seseorang harus melewati pemicu ekstrem: trauma mendalam, latihan hingga melampaui batas manusia, atau ritual terlarang. Ada juga yang mendapatkannya lewat pengetahuan rahasia Dunia Baru, meski hanya secuil. Bagi sebagian orang, jalan menuju Invek terbuka melalui kontrak dengan ras atau entitas jauh lebih tinggi. Namun kontrak ini hanya efektif bila dilakukan antara pihak lemah dan kuat. Jika dua ras tinggi melakukannya, potensi Invek justru tertutup.
Kekuatan Invek tidak pernah gratis. Ia selalu menuntut harga—umur yang terkikis, kutukan abadi, penderitaan fisik, atau bahkan kehilangan sesuatu yang berharga. Semakin besar dampaknya pada dunia, semakin mahal pula harga yang harus dibayar. Harga inilah yang sekaligus menjadi kelemahan fatal penggunanya. Lawan yang cerdas bisa memanfaatkannya, meski sering dengan usaha luar biasa.
Invek dianggap sebagai pedang bermata dua. Ia bisa memberi kekuatan setara dewa, tapi juga bisa menghancurkan penggunanya sebelum potensi penuh tercapai. Sepanjang sejarah Dunia Baru, hanya segelintir orang yang pernah benar-benar menapaki jalur ini, dan sebagian besar dari mereka binasa lebih cepat dibanding mereka yang mampu bertahan.
Karena sifatnya yang sulit dipahami, Invek lebih sering disebut legenda ketimbang kenyataan. Namun keberadaannya adalah bukti bahwa setiap kekuatan—baik elemen maupun non-elemen—pada akhirnya dapat berevolusi melampaui batas, dengan harga yang sepadan.

