Konsep Energi
Dalam Dunia Baru, kekuatan seorang individu berdiri di atas tiga pilar energi: Magiya (spiritual), Stamina (fisik), dan Aura (pancaran vital). Ketiganya saling berkait. Artikel ini menjelaskan apa itu Magiya, Stamina, dan Aura—dengan fokus khusus pada kapasitas Magiya serta pengaruh Magiya dan Aura terhadap umur.
Catatan: sistem 12 elemen (8 dasar + 4 non-elemen) dibahas di halaman lain; di sini kita tidak mengulas detail elemen.
Magiya
Apa itu Magiya?
Magiya adalah energi spiritual yang mengalir di dalam tubuh dan dipakai untuk mengaktifkan kemampuan/jurus. Secara analogi game, Magiya ≈ MP. Dalam Dunia Baru, tidak ada “kehabisan Magiya sepenuhnya”—yang ada adalah Magiya Aktif yang bisa habis, sedangkan percik paling dasar selalu tersisa.
Dua lapis Magiya:
- Magiya Aktif: cadangan operasional yang dipakai langsung untuk jurus atau penguatan. Bisa habis.
- Magiya Inti: percik/esensi paling dasar yang menandai “nyala hidup”. Tidak pernah nol selama seseorang masih hidup.
Saat “Magiya habis” disebut di naskah, maksudnya Magiya Aktif = 0. Memaksa jurus di kondisi ini berarti menggali Magiya Inti—bisa dilakukan, tetapi berisiko berat (kerusakan jalur energi, kehilangan kemampuan, bahkan kematian).
Pemulihan & Pelatihan:
Magiya pulih lewat istirahat, tidur, makanan/ramuan, meditasi, atau bantuan artefak/kemampuan khusus. Jalur aliran yang bersih dan disiplin latihan mempercepat pemulihan serta menambah kapasitas.
Jenis Pembagian Kapasitas Magiya
Pembagian ini menggambarkan volume dan kualitas aliran Magiya seseorang.
- Magiya Rendah: cukup untuk jurus dasar dan penguatan ringan; mudah habis.
- Magiya Sedang: mulai stabil untuk jurus menengah; pemulihan masih perlu jeda rutin.
- Magiya Besar: aliran bersih, mampu menopang jurus berat/berantai; toleransi risiko lebih baik.
- Magiya Maha: kapasitas luar biasa; jalur aliran sangat bersih dan responsif—namun tetap tidak kebal risiko pemaksaan.
Catatan: afinitas/elemen memengaruhi efisiensi pemakaian, bukan nilai kapasitas dasarnya. Detail elemen ada di artikel terpisah.
Stamina
Apa itu Stamina?
Stamina adalah energi fisik—tenaga, daya tahan, koordinasi. Secara analogi game, Stamina ≈ SP. Semua aktivitas tubuh menghabiskan Stamina, dan menyalurkan Magiya juga menuntut Stamina, karena tubuh harus menahan “tekanan” penyaluran energi.
Pemulihan:
Stamina pulih paling cepat di antara ketiganya: makan, minum, istirahat, tidur, dan perawatan fisik. Stamina yang kritis membuat gerakan melambat, akurasi turun, hingga kolaps jika dipaksa.
Aura
Apa itu Aura?
Aura adalah pancaran energi vital—refleksi keseimbangan Magiya + Stamina. Aura bukan “pool” yang diisi/diambil; ia memancar dari kualitas tubuh-jiwa. Karena sifatnya sebagai pancaran, Aura tidak “dipakai habis”, tetapi bisa terkikis (trauma, serangan spiritual, pemaksaan jurus saat Magiya Aktif nol, anomali, penyakit).
Fungsi kunci Aura:
- Penanda kehadiran (kekuatan/niat terasa oleh yang peka).
- Perisai jiwa (proteksi dari serangan spiritual/efek anomali).
- Penguatan tubuh (aliran bela diri/ketahanan berbasis Aura).
- Kharisma & ikatan (pancaran yang meneguhkan orang di sekeliling).
Magiya & Aura: Pengaruh terhadap Umur
Intinya: Magiya adalah kapasitas yang bisa dilatih, sedangkan Aura adalah kualitas pancaran hidup yang terbentuk dari keseimbangan Magiya dan Stamina. Keduanya sama-sama memengaruhi umur, namun dengan cara berbeda—dan saling menguatkan.
Magiya → Umur
- Semakin besar kapasitas Magiya, semakin bersih dan stabil alirannya.
- Aliran yang stabil mengurangi “gesekan” pada tubuh/jiwa saat jurus dipakai, sehingga proses penuaan melambat.
- Pada puncak tertentu, sebagian tokoh mencapai henti-raga (penuaan berhenti/terkunci), tanpa menjadi abadi.
- Pemaksaan Magiya saat Aktif = 0 (menggali Magiya Inti) memperpendek umur karena merusak jalur energi dan jaringan halus.
Aura → Umur
- Aura stabil menandakan tubuh-jiwa seimbang; laju penuaan melambat, daya pulih meningkat.
- Aura terkikis (karena trauma/serangan/pemaksaan) mempercepat penuaan, bahkan saat fisik tampak sehat.
- Pemulihan Aura paling lama dibanding Magiya dan Stamina—biasanya butuh waktu panjang, meditasi mendalam, tempat suci, atau artefak langka.
Mengapa keduanya “hampir sejalan”?
Karena kapasitas Magiya yang besar memudahkan aliran halus dan hemat beban tubuh; hal ini menstabilkan Aura. Sebaliknya, Aura yang stabil membuat tubuh lebih sanggup menyalurkan Magiya tanpa “aus”, sehingga keduanya saling mengangkat kurva umur.
- Ringkasnya: Magiya membesarkan “tanki & pipa”, Aura menunjukkan “jernih atau tidaknya air yang mengalir”. Keduanya menentukan umur—yang satu dari kapasitas/tekanan, yang satu dari kualitas/pancaran.
Keterhubungan Tiga Energi (alur sederhana)
- Stamina menopang tubuh untuk menyalurkan Magiya.
- Magiya yang mengalir stabil (terutama pada kapasitas besar) menumbuhkan Aura yang kokoh.
- Aura yang kokoh menyehatkan tubuh-jiwa, memperlambat penuaan, dan menjaga aliran Magiya tetap halus.
Jika salah satu runtuh, lainnya ikut terganggu:
- Overuse Magiya ⇒ Stamina tergerus cepat ⇒ Aura terguncang.
- Stamina kritis ⇒ penyaluran Magiya tidak stabil ⇒ Aura meredup.
- Aura terkikis ⇒ tubuh rapuh ⇒ pemakaian Magiya menjadi boros dan berbahaya.
Risiko & Pemulihan (gambaran praktis)
- Risiko pemaksaan Magiya: saat Magiya Aktif = 0, memaksa jurus menggali Magiya Inti—daya keluar, tetapi umur terpangkas dan jalur energi rusak.
- Risiko kelelahan Stamina: kolaps, cedera organ; pemakaian Magiya setelah ini sangat berbahaya.
- Risiko terkikisnya Aura: penuaan mikro, dingin batin, mudah terjangkit gangguan spiritual; pemulihan sangat lama.
Urutan pemulihan yang aman:
- Pulihkan Stamina (stabilkan tubuh).
- Pulihkan Magiya (isi ulang + bersihkan jalur).
- Rehabilitasi Aura (waktu panjang/meditasi/tempat suci/artefak).

