Dunia Baru

Dunia Baru

Cari Tau!

Temukan informasi rinci dari projek novel Dunia Baru Saya

Dunia Terra

Konsep Komunikasi

Estimated reading: 6 minutes 94 views

Kondisi Komunikasi dan Internet Pasca Tragedi Fragmentasi Astral Selestial

Sejak Tragedi Fragmentasi Astral Selestial, dunia mengalami kehancuran besar dalam sistem komunikasi dan jaringan informasi. Pecahan batuan luar angkasa yang menghantam planet tidak hanya merusak kota dan infrastruktur penting, tetapi juga menghancurkan hampir seluruh sistem komunikasi global.

Sebelum bencana ini terjadi, dunia saling terhubung melalui jaringan internet kecepatan tinggi, komunikasi satelit, dan sistem penyiaran global. Namun, dengan hancurnya satelit yang mengorbit serta rusaknya menara pemancar dan kabel bawah laut, kini komunikasi menjadi sangat terbatas dan terfragmentasi.

Internet: Terbatas dan Terisolasi

Jaringan internet masih ada, tetapi kini hanya beroperasi dalam lingkup lokal dan regional. Setiap kota, desa, atau pangkalan militer memiliki jaringan tertutupnya sendiri yang memungkinkan penduduknya tetap terhubung. Namun, karena infrastruktur penghubung antarwilayah telah hancur, internet internasional tidak lagi eksis, bahkan koneksi antar kota pun sulit dilakukan tanpa menggunakan perangkat khusus.

Kecepatan internet juga mengalami penurunan drastis. Sebelum bencana, kecepatan internet dapat mencapai 100 Gbps, tetapi kini:

  • Di pusat kota atau pangkalan utama yang masih memiliki relay operasional, kecepatan hanya mencapai 100 Mbps dalam kondisi terbaik.
  • Di daerah pinggiran kota atau desa kecil, kecepatan menurun drastis hingga 10 Mbps atau lebih rendah.
  • Di luar kota dan desa, atau di zona liar, internet sepenuhnya tidak tersedia.

Hilangnya jaringan global juga berdampak besar pada distribusi informasi. Tanpa satelit dan kabel bawah laut, tidak ada lagi pertukaran informasi lintas wilayah. Setiap kota atau wilayah kini hanya memiliki akses ke berita dan data yang berasal dari server lokal. Hal ini menciptakan kondisi di mana setiap daerah memiliki “dunianya sendiri” tanpa informasi luar yang dapat diakses dengan mudah.

Komunikasi Telepon dan Penyiaran: Hanya Beroperasi Secara Lokal

Sama seperti internet, jaringan komunikasi seluler mengalami gangguan besar. Panggilan telepon hanya dapat dilakukan dalam satu pulau atau wilayah, tergantung pada kondisi menara yang masih beroperasi. Namun, koneksi sering kali tidak stabil, terutama di daerah yang memiliki infrastruktur tua atau rusak.

Sistem penyiaran seperti televisi dan radio masih berfungsi dalam lingkup lokal, menggunakan menara pemancar darat yang masih tersisa. Namun, karena hilangnya satelit, tidak ada lagi siaran nasional atau global. Setiap daerah kini hanya dapat mengakses stasiun lokal yang masih bertahan.

Zona Mati Komunikasi: Wilayah Tanpa Sinyal

Sebagian besar dunia kini terdiri dari zona mati komunikasi, yaitu wilayah yang sepenuhnya tidak memiliki sinyal telepon, internet, atau siaran. Di luar kota, desa, dan pangkalan militer, hampir semua daerah masuk dalam kategori ini.

Zona mati ini meliputi:

  1. Wilayah liar yang belum direklamasi kembali – seperti hutan, pegunungan, dan dataran luas yang telah kehilangan seluruh infrastruktur komunikasi.
  2. Daerah yang dikuasai monster – tempat di mana peralatan komunikasi tidak pernah diperbaiki atau sengaja dihancurkan oleh makhluk yang berakal menghuni wilayah tersebut.
  3. Dungeon, labirin, dan reruntuhan misterius – beberapa di antaranya memiliki gangguan alami atau energi aneh yang memblokir sinyal komunikasi.

Di dalam zona-zona ini, tidak ada cara untuk mengirim pesan atau menghubungi dunia luar kecuali menggunakan perangkat komunikasi khusus. Tim ekspedisi atau militer yang memasuki daerah ini sering kali mengandalkan relay komunikasi portabel, tetapi jangkauannya sangat terbatas dan dapat terganggu oleh faktor lingkungan.

Media Sosial dan Forum Internet: Terfragmentasi dan Tertutup

Sebelum Tragedi Fragmentasi Astral Selestial, media sosial dan forum internet adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, memungkinkan orang-orang untuk berinteraksi lintas wilayah, antar negara bahkan ke bulan Tritan. Namun, setelah bencana ini, hampir semua platform komunikasi digital terputus dari koneksi global.

Bagaimana kondisi media sosial saat ini?

  1. Hanya Berfungsi Secara Lokal
    • Platform seperti forum, media sosial, dan layanan pesan instan masih ada, tetapi hanya dalam lingkup satu kota, desa, atau pangkalan militer.
    • Misalnya, jika seseorang tinggal di Wilayah A, mereka hanya dapat mengakses platform yang berbasis di Wilayah A, tanpa bisa melihat atau berkomunikasi dengan pengguna di Wilayah B atau pulau lain.
    • Setiap wilayah memiliki server sendiri yang menyimpan data dan postingan lokal, tetapi tidak bisa terhubung ke jaringan luar karena infrastruktur penghubung telah hancur.
  2. Tidak Ada Lagi Akun Global atau Server Pusat
    • Sebelum bencana, platform seperti NetSpace memiliki server pusat yang menghubungkan pengguna dari berbagai negara. Sekarang, server-server pusat tersebut telah mati atau kehilangan koneksi.
    • Akun-akun lama mungkin masih ada dalam arsip lokal di wilayah tertentu, tetapi tidak dapat diperbarui atau diakses dari luar wilayah tersebut.
    • Setiap daerah kini memiliki versi lokal dari platform mereka sendiri, seperti “NetSpace Kota A” atau “Forum Pangkalan X,” tetapi mereka tidak bisa berinteraksi dengan komunitas dari daerah lain.
  3. Informasi Lama Masih Ada, Tapi Tidak Dapat Diperbarui
    • Beberapa wilayah yang masih memiliki server penyimpanan data sebelum bencana mungkin masih dapat mengakses arsip lama, seperti posting media sosial, artikel berita, atau diskusi forum sebelum Tragedi Fragmentasi.
    • Namun, karena tidak ada lagi jaringan global, informasi yang diperbarui setelah bencana hanya tersedia di tingkat lokal.
    • Mitos dan rumor berkembang pesat, karena masyarakat hanya bisa mengandalkan informasi dari wilayah mereka sendiri tanpa bisa memverifikasi dari sumber luar.
  4. Aplikasi Pesan dan Forum Hanya Bisa Digunakan Dalam Satu Wilayah
    • Layanan pesan instan dan forum internet masih ada, tetapi hanya dalam skala komunitas lokal.
    • Orang-orang bisa tetap mengobrol atau berbagi informasi, tetapi hanya dengan mereka yang berada dalam cakupan jaringan yang sama.
    • Misalnya, seseorang di Pangkalan Militer X bisa mengobrol dengan rekan-rekannya di sana, tetapi tidak bisa mengirim pesan ke orang lain di Kota Y.
  5. Komunikasi Antarwilayah Hanya Bisa Dilakukan Secara Manual
    • Karena media sosial dan forum tidak lagi terhubung secara global, satu-satunya cara untuk mengirim informasi antarwilayah adalah melalui kurir fisik, perangkat komunikasi khusus, atau penyiaran radio langsung.
    • Beberapa komunitas menggunakan sistem bulletin digital lokal, di mana seseorang bisa menyimpan pesan dalam server lokal, dan seseorang dari wilayah lain yang membawa perangkat penyimpanan khusus dapat mengambil data tersebut dan membawanya ke daerah lain secara fisik.

Kesimpulan: Dunia Digital yang Terisolasi

Pasca Tragedi Fragmentasi Astral Selestial, dunia tidak lagi saling terhubung. Internet, media sosial, dan komunikasi hanya berfungsi dalam skala lokal, terbatas pada kota, desa, atau pangkalan militer, tanpa koneksi ke luar. Setiap wilayah memiliki ekosistem digitalnya sendiri, di mana informasi hanya beredar di dalamnya, sementara di luar batas kota dan desa, dunia menjadi sunyi—tidak ada jaringan, tidak ada siaran, dan tidak ada cara untuk berkomunikasi dengan dunia luar.

Bencana ini tidak hanya menghancurkan infrastruktur komunikasi global, tetapi juga mengubah cara manusia hidup dan beradaptasi. Kini, hanya mereka yang memiliki akses ke teknologi khusus atau jaringan darurat yang mampu menembus keterisolasian ini, sementara yang lain terjebak dalam keterasingan informasi, menghadapi tantangan baru dalam mencari kebenaran dan bertahan di dunia yang semakin terfragmentasi.


Leave a Comment

Bagikan Dokumen

Konsep Komunikasi

Atau salin tautan

ISI