Sejarah Perang Dunia
Novel “Dunia Baru” ditujukan untuk proyek detail saya. Pendalaman cerita yang dibuat cukup rinci. Cerita utama dimulai pada tahun 2117, namun latar belakang tahun sebelumnya mungkin akan dijelaskan nanti karena tema genre novel ini terkait dengan waktu.
Perang Extore – Kalte – Senei – Grandbir [905 SE]
Serangkaian penjarahan dan invasi oleh suku-suku Extore dari bagian daerah bersalju Kalte dan Senei ke hingga Grandbir. Extore memiliki dampak besar pada sejarah Grandbir akibat perang tersebut.
Perang Cahaya [458 SE – 320 E]
Ekspansi kekuasaan Kerajaan Barya Lama, yang merupakan salah satu plot sejarah penting, dimulai karena menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan situasi dunia yang semakin memburuk. Faktor-faktor seperti kebodohan, kemiskinan yang meluas di berbagai wilayah, praktik korupsi yang merajalela, serta penyebaran praktek sihir gelap yang menyebabkan kematian banyak jiwa tak bersalah, edukasi yang rendah, semakin memperparah situasi. Masa ini dikenal sebagai ‘Era Kegelapan’, sebuah periode penuh ketidakstabilan dan kekacauan.
Namun, ironisnya, periode yang sama merupakan ‘Era Emas’ bagi Barya. Di tengah kegelapan yang menyelimuti wilayah lain, Barya mengalami perkembangan teknologi yang pesat, menandai kontras yang mencolok dengan daerah-daerah yang tenggelam dalam kegelapan. Pertumbuhan teknologi ini menjadi katalis yang memperkuat ekspansi Barya.
Di sisi lain, negara-negara seperti Grandbir, Extore, Kalte, dan Senei yang berada dalam kondisi sulit seringkali memulai konflik dengan Barya. Namun, karena kurangnya dukungan dari rakyat mereka sendiri, upaya-upaya ini seringkali gagal, memungkinkan Barya untuk memperluas wilayahnya dengan sedikit atau tanpa pertempuran besar. Paradoksnya, negara-negara yang mencoba menantang Barya akhirnya terlibat dalam pertempuran internal, berperang melawan rakyat mereka sendiri, yang semakin melemahkan posisi mereka di panggung global.
Situasi ini menciptakan dinamika yang kompleks dalam cerita, di mana ekspansi Barya di satu sisi merupakan simbol kemajuan dan kekuatan, tetapi di sisi lain, menggambarkan ketidakseimbangan dan ketidakadilan yang ada dalam dunia.
Perang Zorovia [500 E – 505 E]
Serangkaian invasi agresif yang dilancarkan oleh salah satu bangsawan di Kekaisaran Zorovia Lama berhasil menaklukkan negara tersebut, dan kemudian berlanjut dengan menyerbu negara-negara lain. Dalam waktu yang singkat, mereka berhasil menguasai seluruh dunia dengan kekuatan militer yang luar biasa. Namun, di tengah gempuran hebat yang diterima dunia dari Zorovia, kekaisaran itu sendiri mulai mengalami keruntuhan internal akibat berbagai faktor krusial.
Faktor-faktor yang menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Zorovia lama termasuk konflik internal atas pembagian kekuasaan, kesulitan dalam mengelola wilayah yang luas, pemberontakan dan perlawanan lokal yang terus-menerus, serta kematian bangsawan yang menguasai Zorovia lama. Selain itu, perubahan dalam ekonomi dan perdagangan, wabah penyakit dan bencana alam juga memberikan tekanan berat pada kekaisaran. Adaptasi kebudayaan yang terjadi secara bertahap telah mengurangi karakteristik unik Zorovia, menyebabkan hilangnya identitas dan kohesi yang sebelumnya memperkuat kekaisaran. Konflik internal dan persaingan antar dinasti, serta kemunduran militer, juga berkontribusi pada kejatuhan mereka.
Di sisi lain, Barya, yang saat itu merupakan kekuatan militer terkuat kedua, mampu memanfaatkan situasi ini untuk keuntungannya. Dengan kekuatan militer yang superior, Barya berhasil mengambil alih dengan mudah, terlebih dengan adanya serangan yang dilancarkan oleh negara lain secara masif. Penyerbuan oleh Barya dan negara-negara lain menandai titik balik penting dalam konflik ini, mempercepat kejatuhan Zorovia lama dan mengubah peta kekuatan global.
Dalam perang ini yang tidak ikut hanya Alans, Kaendah, Taila, Veldara dan Marti.
Akibat perang ini, senapan ditemukan untuk kebutuhan militer.
Perang Dunia 1 [1214 E -1220 E]
Perang Dunia I, yang berlangsung dari 1214 hingga 1220, dipicu oleh pembunuhan Archduke dari Grandbir. Konflik ini diperburuk oleh sistem aliansi yang rumit, nasionalisme yang meningkat, perlombaan senjata, dan persaingan imperial antar kekuatan besar Grandbir. Pertempuran brutal dan perang parit menghasilkan jutaan korban dan mengubah peta politik Grandbir, mengakhiri empat bangsawan besar dan menanam benih ketidakpuasan yang akan memicu konflik lebih lanjut. Pertempuran ini melibatkan 2 blok yiatu;
Blok Sekutu;
- Grandbir
- Farican
- Foraca
Blok Sentral;
- Barya
- Extore
- Zorovia
Dalam perang ini juga membuat perkembangan alat militer berkembang pesat, seperti lahirnya kendaraan lapis baja dan pesawat mesin.
Perang Dunia 2 [1314 E – 1318 E]
Perang Dunia 2, terjadi antara 1339 hingga 1345, merupakan konflik global yang bermula dari agresi Grandbir, yang menyerang Kalte atas kemerosotan nasionalisme dan ekonomi sejak perang dunia 1 dan memicu deklarasi perang dari Extore dan Senei. Perang membuat perkembangan teknologi senjata berkembangan lebih cepat dari perang dunia dunia 1. Pada perang ini Grandbir menjadi pusat kekuatan militer yang 5 kali paling modern ketimbang negara lain dan membuat perang menjadi berat sebelah. Konflik ini mengubah peta dunia, menempatkan Farican dan Kekaisaran Zorovia Baru sebagai kekuatan dunia yang dominan setelah perang sekaligus sebagai pemenang dari perang dunia 2, dan menyebabkan pendirian Perserikatan Negara Dunia (PND) untuk mencegah konflik global di masa depan.
Blok Sekutu;
- Zerovia
- Farican
- Extore
- Barya
- Duilleoga
- Foraca
- Kalte
- Senei
- Veldara
Blok Poros;
- Grandbir
- Taila
- Marti
Blok Tengah – Netral;
- Alans
- Kaendah
Konflik tersebut menyebabkan tragedi besar dengan korban jiwa mencapai sekitar satu miliar orang di seluruh dunia. Perang ini tidak hanya mengakibatkan kerugian besar dalam hal nyawa manusia, tetapi juga memicu perkembangan teknologi militer yang signifikan. Blok Poros, salah satu faksi utama dalam konflik, berhasil menemukan dan mengembangkan berbagai jenis senjata canggih, termasuk kapal berpropulsi mesin, pesawat jet, tank perang hingga senapan otomatis dan lainnya yang lebih modern. Temuan-temuan ini merevolusi cara berperang, membuka era baru dalam teknologi militer maupun lainnya.
Perkembangan teknologi mesin ini berlangsung sangat cepat setelah perang, sering kali tanpa disadari dampak penuhnya terhadap masyarakat dan dunia secara keseluruhan. Kemajuan ini tidak hanya mengubah dinamika perang, tetapi juga membawa transformasi dalam industri, transportasi, dan kehidupan sehari-hari. Meskipun konflik telah berakhir, dampak dari penemuan-penemuan teknologi ini terus berlanjut, memengaruhi aspek berbagai bidang dan mengubah wajah dunia pasca-perang dunia 2.
Perang Dunia 3 [1940 E – 1945 E]
Perang Dunia ke-3, yang berlangsung dari tahun 1940 hingga 1945, merupakan perang global modern pertama yang melibatkan banyak negara. Konflik ini berawal dari meningkatnya tensi antara Kekaisaran Zerovia dan Farican, yang dipicu oleh ekspansi ekonomi, ideologi, dan budaya Farican ke negara tetangganya, Foraca. Kekaisaran Zerovia, sebagai sekutu utama Foraca, merespon dengan menempatkan pasukan militernya di dekat perbatasan Farican selama tahun pertama konflik, memicu periode perang dingin.
Perang dingin singkat ini memicu pekembangan teknologi luar angkasa dan komunikasi yang begitu cepat
Selama dua tahun pertama, terjadi serangkaian perang rahasia di berbagai belahan dunia, melibatkan pemimpin lokal dari tiap negara. Situasi ini semakin memanas dan mencapai puncaknya di pertengahan tahun ketiga. Di akhir tahun tersebut, terjadi perang terbuka yang melibatkan hampir semua negara di dunia. Konflik ini berakhir dengan keadaan yang seimbang, tetapi perang tersebut mengejutkan dunia dengan munculnya senjata mematikan: Bom Atom (Nuklir), yang pertama kali diperkenalkan oleh blok sentral. Tak lama setelah itu, blok poros berhasil mencuri cetak biru bom atom tersebut.
Munculnya bom atom juga membawa perubahan besar dalam aliansi antarnegara. Negara Taila, yang semula berada di blok poros, beralih ke blok sentral setelah bom atom dijatuhkan di wilayahnya, mengakibatkan kerusakan besar dan depresi ekonomi, yang pada akhirnya membuat mereka menyerah tanpa syarat.
Meskipun perang ini berakhir tanpa pemenang yang jelas, Kekaisaran Zerovia, pemimpin blok poros, mengalami keruntuhan. Beban anggaran militer yang berat dan ekonomi yang rapuh menjadi faktor utama runtuhnya kekaisaran ini. Kekaisaran Zerovia berubah menjadi Zerovia kemudian berubah dari sistem monarki dengan negara-negara bawahan dan bangsawan menjadi sistem politik dengan presiden sebagai kepala negara. Transformasi ini menandai akhir dari era kekaisaran dan awal dari struktur politik baru di Zerovia.
Dalam perang ini setidaknya sekitar 500 juta manusia mati dalam peperangan ini, dan pada masa ini Perserikatan Negara Dunia (PND) dipertayakan fungsinya karna tidak berhasil menghentikan pertikaian yang mematikan, karna hal itu struktur organisasi tersebut dibuat ulang.
Perang 3 Tahun [1940 E – 1943 E]
Blok Sentral;
- Farican
- Extore
- Barya
- Kalte
- Senei
- Veldara
- Alans
- Marti
- Grandbir
Blok Poros:
- Zerovia
- Duilleoga
- Foraca
- Taila
Blok Tengah – Netral;
- Kaendah
Perang 2 Tahun [1943 E – 1945 E]
Blok Sentral;
- Farican
- Extore
- Barya
- Kalte
- Senei
- Veldara
- Taila
- Grandbir
Blok Poros:
- Zerovia
- Duilleoga
- Foraca
- Marti
- Alans
Blok Tengah – Netral;
- Kaendah
Perang Dunia 4 [2040 E – 2054 E] – Perang Nuklir [2054 E – 2055 E]
Perang Dunia ke-4, yang berlangsung dari tahun 2040 hingga 2055, merupakan konflik paling berdarah sepanjang peradaban saat itu. Perang ini merupakan bentuk perang modern ketiga yang dapat dianggap sebagai konflik habis-habisan. Senjata canggih, kendaraan modern, dan peralatan tempur dukungan tercanggih semua terlibat dalam perang tersebut.
Munculnya Perang Dunia ke-4 disebabkan oleh konflik ekonomi antara Farican dan Duilleoga, yang semakin diperparah oleh perang kecil antara Zerovia dan Grandbir yang berlangsung selama 5 tahun sebelum perang utama pada tahun 2035. Tensi dunia meningkat seiring pendekatan perang besar. Merasa kalah secara ekonomi, Farican bersekutu dengan Grandbir yang mengalami kekalahan militer. Melihat aliansi ini, Zerovia dan Duilleoga pun membentuk persekutuan.
Puncak ketegangan terjadi pada tahun 2040, dimulai dengan serangan Grandbir yang didukung oleh Farican, menyerang perbatasan Zerovia. Pertempuran ini berlangsung selama 5 tahun, hingga tahun 2045. Perang kemudian merambah ke negara-negara lain saat sebagian Veldara memberontak dan mendukung serangan terhadap Zerovia dan Duilleoga.
Singkat Deskripsi dan Kronologi
Tentang
- Berlangsung dari tahun 2040 hingga 2055.
- Dikenal sebagai perang paling berdarah sepanjang sejarah peradaban saat itu.
- Perang modern ketiga yang dianggap sebagai pertempuran habis-habisan.
- Melibatkan penggunaan senjata canggih, kendaraan tempur lanjutan, dan peralatan dukungan militer modern.
Pemicu Konflik
- Dimulai dengan konflik ekonomi antara Farican dan Duilleoga.
- Diperparah oleh perang kecil antara Zerovia dan Grandbir selama 5 tahun sebelum perang utama (2035).
Pemicu Konflik Besar
- Farican dan Grandbir bersekutu setelah kalah dalam aspek ekonomi dan militer.
- Zerovia dan Duilleoga membentuk aliansi sebagai respons.
Eskalasi dan Pertempuran Utama
- Puncak ketegangan pada tahun 2040, Grandbir dan Farican menyerang Zerovia di perbatasan.
- Perang meluas ke negara lain ketika sebagian Veldara memberontak mendukung serangan ke Zerovia dan Duilleoga (2045-2050).
Pembagian Blok (2050)
Blok Sentral
- Farican
- Extore
- Kalte
- Senei
- Veldara
- Taila
- Marti
- Grandbir
Blok Poros
- Zerovia
- Duilleoga
- Foraca
- Alans
- Barya
Blok Tengah-Netral
- Kaendah
Perubahan Aliansi (2054)
Blok Sentral
- Farican
- Extore
- Kalte
- Senei
- Veldara
- Taila
- Grandbir
Blok Poros
- Zerovia
- Duilleoga
- Foraca
- Alans
- Barya
- Marti
Blok Tengah-Netral
- Kaendah
Klimaks Perang
- Pertempuran intens terjadi di akhir tahun 2054 dan berlanjut hingga pertengahan tahun 2055. Perang 6 Bulan itu adalah perang nuklir yang disebut neraka dunia.
- Perang nuklir terjadi untuk pertama kalinya, dengan berbagai jenis senjata nuklir digunakan.
- Serangan nuklir menyebabkan kerusakan lingkungan yang bervariasi, dari permanen hingga tidak signifikan.
Akibat Perang Nuklir
- Perjanjian damai ditandatangani pada akhir tahun 2055.
- Dunia mengalami kerusakan fatal, dengan populasi dunia turun dari 7 miliar menjadi 3 miliar dan terus menurun dalam waktu singkat akibat efek perang nuklir, penurunan hingga menyenyuh angkat 1,5 miliar di tahun 2060.
- Perang ini mengakibatkan kematian sekitar 4 miliar orang, sebagian besar karena perang nuklir.
- Iklim dunia tidak stabil.
- Suhu planet mendadak naik drastis pasca perang nuklir.
- Suhu planet mendadak menurun drastis hingga capai titik beku setelah 3 tahun pasca perang nuklir.
- Sumber air bersih berkurang.
- Krisis pangan.
- Banyak penyakit baru muncul akibat paparan nuklir, dan menjadi sebuah pandemi yang serius.
- Akibat perang nuklir, pengetahuan teknologi, edukasi, dan banyak lainnya mengalami kemunduran.
- Munculnya hewan mutasi.
- Hilang beberapa spesies hewan.
- Angka kelahiran menurun drastis.
- Manusia mulai berperang memperebutkan sumber daya setelah 3 tahun pasca perang dunia ke-4.
- Runtuhnya Perserikatan Negara Dunia (PND)
Surga Dunia Baru
Pasca Perang Dunia ke-4, Kaendah muncul sebagai negara paling aman dan dikenal sebagai ‘surga dunia’, berkat keberhasilannya dalam menjaga netralitas, stabilitas dan ketertiban di tengah kekacauan global. Negara ini berhasil mempertahankan infrastruktur dan masyarakatnya dari kehancuran perang, menjadikannya oasis kedamaian dan kemakmuran di dunia yang porak-poranda.
Namun, di balik ketenangannya, Kaendah menghadapi tantangan politik yang signifikan. Secara diam-diam, negara ini mengalami tekanan besar dari tiga kekuatan utama dunia: Farican, Zerovia, dan Duilleoga. Meskipun secara terbuka tidak terlibat dalam konflik, Kaendah berada dalam posisi sulit, dijepit antara kepentingan dan ambisi dari ketiga kekuatan besar ini.
Farican, Zerovia, dan Duilleoga, masing-masing dengan agenda dan tujuannya sendiri, melihat Kaendah sebagai wilayah strategis yang penting untuk pengaruh dan kekuasaan mereka untuk masa depan. Tekanan ini mungkin tidak selalu bersifat militer atau terang-terangan, tetapi melalui cara-cara halus seperti diplomasi, spionase, dan manipulasi ekonomi. Keadaan ini menempatkan Kaendah dalam posisi yang unik dan rumit, harus menavigasi perairan politik yang berbahaya untuk mempertahankan kedamaian dan kedaulatannya di dunia pasca-perang yang bergejolak.
Perang Dunia 5 [2060 E – 2080 E]
Perang Dunia ke-5, yang berlangsung dari tahun 2060 E hingga 2062 E, merupakan perang global yang didorong oleh persaingan untuk menguasai sumber daya alam yang terbatas. Dalam perang ini, Kaendah, yang telah dikenal sebagai ‘surga dunia’ dan menjadi pusat kekuatan ekonomi dunia baru, menonjol bukan karena kemampuan militernya, melainkan kekuatan ekonominya, terutama pasca Perang Dunia ke-4. Ini menandai era perang modern yang panjang dan intens akibat keterbatasan sumber daya.
Meskipun Kaendah telah mempertahankan posisi netral sejak Perang Dunia ke-1, negara ini cenderung mendekati Zerovia, berkat hubungan ramah dan dukungan Zerovia dalam pengembangan militer Kaendah sejak abad ke-16 hingga abad ke-21. Duilleoga juga berperan penting dalam membantu stabilisasi Kaendah, meskipun bantuan itu tidak langsung.
Di sisi lain, Farican dan beberapa negara dalam blok Sentral sering dianggap merugikan Kaendah. Tindakan mereka, seperti adu domba, kecurangan, monopoli sumber daya alam, dan penolakan untuk berbagi teknologi, dianggap menghambat perkembangan Kaendah.
Selama Perang Dunia ke-5, Kaendah memutuskan untuk melepaskan netralitasnya dan bergabung dengan blok poros. Pilihan ini didorong oleh kebutuhan untuk bertahan hidup dan karena blok poros dianggap lebih dapat dipercaya. Veldara, yang sebelumnya mendukung blok Sentral, juga beralih ke blok poros setelah merasa dirugikan dalam Perang Dunia ke-4.
Foraca, menghadapi tekanan politik dan sebagian besar pemerintahannya dikuasai oleh Farican, terpaksa masuk ke blok Sentral. Namun, banyak warganya tidak mendukung Farican, menunjukkan ketegangan internal yang besar dalam politik Foraca.
Perang Dunia ke-5 secara signifikan dipengaruhi oleh dampak jangka panjang dari Perang Dunia ke-4. Hanya tiga tahun setelah konflik tersebut berakhir, planet Terra mengalami penurunan suhu yang drastis dan tak terduga. Wilayah-wilayah yang biasanya memiliki suhu rata-rata sekitar 36 derajat Celcius mengalami penurunan suhu hingga mencapai 15 derajat Celcius. Perubahan iklim mendadak ini berdampak besar pada sektor pertanian, menyebabkan kegagalan panen yang luas di berbagai wilayah.
Penurunan suhu yang ekstrem ini tidak hanya mengubah kondisi iklim, tetapi juga menimbulkan krisis pangan dan ketidakstabilan ekonomi. Akibatnya, banyak negara terpaksa menghadapi tantangan baru dalam memenuhi kebutuhan dasar penduduknya, serta mengatur sumber daya yang semakin langka. Kondisi ini memperburuk ketegangan politik dan ekonomi yang telah ada, menjadikan perang untuk sumber daya alam sebagai sebuah keharusan bagi banyak negara yang berjuang untuk bertahan hidup.
Dampak perubahan iklim ini menjadi salah satu pemicu utama Perang Dunia ke-5, memaksa negara-negara untuk berlomba dalam mengamankan sumber daya yang tersisa, sekaligus mencari solusi untuk masalah iklim dan pertanian yang mendesak.
Pembagian Blok
Blok Sentral
- Farican
- Extore
- Kalte
- Senei
- Taila
- Grandbir
Blok Poros
- Zerovia
- Duilleoga
- Kaendah
- Foraca
- Alans
- Barya
- Marti
- Veldara
Perang Dunia ke-5, yang mencakup pertukaran serangan nuklir antara negara-negara utama, menjadi titik balik dalam sejarah peradaban. Farican melepaskan empat rudal nuklir: satu menuju Zerovia, satu ke Duilleoga, dan dua ke Kaendah. Sebagai respons, Zerovia membalas dengan enam rudal: empat ke Farican, satu ke Extore, dan satu ke Grandbir.
Pada tahun 2080, pemimpin dari semua negara berkumpul secara rahasia dan sepakat untuk mengakhiri konflik selamanya. Kesepakatan bersejarah ini termasuk penggunaan satu bahasa dunia dan satu mata uang kertas, serta pelarangan total penggunaan senjata nuklir. Dari kesepakatan ini, Persatuan Dunia Terra (PDT) terbentuk, sebuah organisasi yang terdiri dari angkatan elit dari berbagai negara. PDT diberi wilayah mandiri dan tugas untuk bertindak sebagai pengawas global, mencegah ancaman konflik dari negara mana pun. PDT juga diberi kewenangan atas semua senjata nuklir yang tersisa, menjadi satu-satunya entitas yang diizinkan untuk memproduksi dan mengawasi senjata nuklir. Setiap negara atau organisasi yang ditemukan memiliki senjata nuklir akan dianggap sebagai musuh global dan menjadi target serangan PDT.
PDT berfungsi sebagai polisi elit global, mengawasi dan mengantisipasi kegiatan berbahaya. Upaya ini terbukti berhasil, dan hingga tahun 2100, dunia menjadi lebih aman dan damai daripada sebelumnya, bahkan lebih dari periode antara Perang Dunia ke-3 dan ke-4. Pasca-Perang Dunia ke-5, terjadi peningkatan drastis dalam angka kelahiran, dan sektor teknologi, pendidikan, kesehatan dan banyak lainnya hampir di semua sektor, tidak hanya pulih tetapi juga berkembang 5 kali lebih pesat teknologinya.
Dalam kurun waktu lima tahun, antara 2092 hingga 2097, peradaban Terra bahkan berhasil membangun pemukiman di satelit alaminya, Tritan, dan memulai eksplorasi antarplanet. Keberhasilan dan kemajuan ini sebagian besar berkat kesepakatan damai dan pembentukan PDT, yang menyatukan umat manusia di planet Terra untuk membangun peradaban yang lebih sehat dan maju.
Singkat Deskripsi Pasca Perang dan Efek Perjanjian Damai
- Tahun 2080: Kesepakatan Damai
- Pemimpin dari semua negara berkumpul dan sepakat untuk mengakhiri konflik selamanya.
- Kesepakatan mencakup penggunaan satu bahasa dunia dan satu mata uang kertas.
- Pelarangan total penggunaan senjata nuklir.
- Terbentuknya Persatuan Dunia Terra (PDT):
- PDT dibentuk sebagai organisasi global yang terdiri dari angkatan elit dari berbagai negara.
- PDT diberi wilayah mandiri dan tugas sebagai pengawas global untuk mencegah ancaman konflik dari negara mana pun.
- PDT memegang kendali atas semua senjata nuklir yang tersisa, menjadi satu-satunya entitas yang diizinkan untuk memproduksi dan mengawasi senjata nuklir.
- Fungsi PDT:
- PDT berperan sebagai polisi elit global, mengawasi dan mengantisipasi kegiatan berbahaya.
- PDT berhasil mencegah ancaman konflik dan menjaga perdamaian global.
- Peningkatan Drastis Pasca-Perang:
- Pasca-perang, terjadi peningkatan drastis dalam angka kelahiran hingga lima kali lipat dan ini memulihkan populasi manusia yang menurun drastis.
- Sektor teknologi, pendidikan, dan kesehatan pulih dan berkembang pesat hingga mencapai tingkat yang lebih tinggi daripada sebelum perang.
- Eksplorasi Luar Angkasa:
- Antara tahun 2092 hingga 2097, peradaban Terra berhasil membangun pemukiman di satelit alaminya, Tritan.
- Dimulainya eksplorasi antarplanet menandai pencapaian besar dalam kemajuan teknologi dan eksplorasi luar angkasa.
- Kemajuan Luar Biasa Hingga Tahun 2100:
- Hingga tahun 2100, dunia menjadi lebih aman dan damai daripada sebelumnya.
- Kemajuan pesat terjadi di semua sektor, mencakup teknologi, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.
- Pembangunan Peradaban yang Lebih Baik:
- Kesepakatan damai dan pembentukan PDT menyatukan umat manusia di planet Terra untuk membangun peradaban yang lebih sehat dan maju.
- Perbaikan Perang Nuklir:
- Peneliti menemukan cara untuk memulihkan lingkungan yang terpapar radiasi nuklir.
- Peneliti menemukan banyak jenis obat untuk berbagai penyakit baru yang muncul akibat perang nuklir.

