Deksripsi Dunia
1. Terra Lama
Terra Lama adalah bentuk awal Terra yang dikenal sebagai dunia dengan tatanan yang stabil, luas, dan dapat dipahami oleh peradaban modern. Planet ini memiliki lautan luas, daratan besar, wilayah dengan iklim beragam, negara-negara yang berkembang, kota-kota padat, kawasan pedesaan, jalur perdagangan, serta sistem kehidupan yang berjalan di bawah aturan alam yang dianggap tetap. Pada masa ini, sebagian besar penduduk Terra memandang dunia mereka sebagai tempat yang rasional, tertib, dan memiliki batas-batas yang jelas. Kehidupan berjalan sebagaimana mestinya, dengan peradaban yang bertumpu pada pengetahuan, sejarah, pemerintahan, ekonomi, dan perkembangan teknologi.
Di masa Terra Lama, kisah tentang kekuatan unsur, makhluk mitos, ras lain, dan fenomena yang melampaui nalar hanya dianggap sebagai legenda, cerita rakyat, kepercayaan kuno, atau catatan samar dari masa yang tidak lagi dipercaya. Bagi banyak orang, hal-hal semacam itu tidak memiliki tempat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Namun di balik kestabilan itu, Terra Lama sesungguhnya menyimpan banyak jejak yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan. Ada wilayah-wilayah dengan kejanggalan tertentu, catatan sejarah yang terasa tidak lengkap, serta legenda-legenda yang terlalu konsisten untuk dianggap sekadar khayalan. Terra Lama adalah masa ketika dunia tampak utuh dan normal, padahal bentuk yang dipahami oleh penduduknya mungkin hanyalah lapisan luar dari kebenaran Terra yang sesungguhnya.
2. Terra Baru
Terra Baru adalah wajah Terra setelah terjadinya bencana besar misterius yang mengubah susunan dunia secara drastis. Bencana tersebut tidak hanya menghancurkan banyak wilayah, tetapi juga membentuk ulang geografi planet dalam skala masif. Daratan lama bergeser, batas wilayah berubah, laut menelan sebagian kawasan, dan pada saat yang sama muncul pulau-pulau baru, wilayah baru, zona-zona asing, serta kawasan yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam peta lama. Perubahan ini membuat Terra tidak lagi dapat dipahami melalui ukuran, batas, dan susunan wilayah seperti pada masa sebelumnya.
Bersamaan dengan perubahan geografi itu, muncul pula berbagai fenomena yang mengguncang tatanan lama: kekuatan unsur mulai bangkit, makhluk-makhluk yang dulu hanya dianggap mitos mulai menampakkan wujudnya, ras lain muncul ke permukaan, dan berbagai zona berbahaya terbentuk dengan karakteristik yang tidak tunduk sepenuhnya pada hukum alam lama. Terra Baru tetap merupakan planet yang sama, tetapi identitas dunianya telah berubah sepenuhnya. Peta lama kehilangan banyak relevansi, sejarah mulai dipertanyakan, dan peradaban dipaksa beradaptasi dengan dunia yang lebih liar, lebih keras, lebih brutal, dan jauh lebih misterius. Terra Baru adalah era ketika wajah asli dunia mulai terbuka, memperlihatkan bahwa Terra tidak pernah sesederhana yang selama ini diyakini.

