Peri Agung
Peri Agung adalah ras tertinggi dalam Rumpun Peri. Mereka merupakan cabang paling tua, paling sakral, dan paling dekat dengan asal-usul tertinggi Rumpun Peri.
Asal-usul sejati Peri Agung tidak dijelaskan secara terbuka. Dalam catatan umum Rumpun Peri, Peri Agung dikenal sebagai penjaga Pohon Cahaya Kehidupan, bukan sebagai makhluk yang berasal dari pohon tersebut.
Dari Peri Agung, lahir kedudukan tertinggi yang disebut Ratu Peri. Ratu Peri adalah penguasa tertinggi Rumpun Peri, penjaga utama Pohon Cahaya Kehidupan, dan sosok yang menciptakan cabang-cabang turunan peri melalui Pohon Cahaya Kehidupan.
Pengertian Peri Agung
Peri Agung adalah ras tertinggi dan paling tua dalam Rumpun Peri. Mereka memiliki kedudukan sakral karena menjaga Pohon Cahaya Kehidupan dan menjadi sumber kedudukan Ratu Peri.
Namun Peri Agung bukan ras yang asal-usulnya dipahami sepenuhnya oleh cabang peri lain. Banyak bagian dari sejarah mereka masih disimpan sebagai lore tua, rahasia, atau pengetahuan yang hanya diketahui oleh Peri Agung tertentu.
Prinsip dasarnya:
Peri Agung adalah ras tertinggi dalam Rumpun Peri, penjaga Pohon Cahaya Kehidupan, dan sumber kedudukan Ratu Peri.
Posisi dalam Rumpun Peri
Peri Agung berada di posisi tertinggi dalam struktur Rumpun Peri.
Rumpun Peri
├── Peri Agung
│ └── Ratu Peri
├── Elf Tinggi / High Elf
├── Elf
├── Dark Elf
└── Dwarf
Cabang-cabang turunan Rumpun Peri seperti Elf Tinggi, Elf, Dark Elf, dan Dwarf diciptakan oleh Ratu Peri melalui Pohon Cahaya Kehidupan.
Dengan demikian, Pohon Cahaya Kehidupan bukan asal-usul Peri Agung, melainkan sumber sakral yang dijaga oleh Peri Agung dan digunakan oleh Ratu Peri dalam penciptaan cabang-cabang turunan Rumpun Peri.
Prinsipnya:
Peri Agung menjaga Pohon Cahaya Kehidupan. Ratu Peri menciptakan cabang-cabang Rumpun Peri melalui Pohon Cahaya Kehidupan.
Pohon Cahaya Kehidupan
Pohon Cahaya Kehidupan adalah pohon sakral yang dijaga oleh Peri Agung. Pohon ini memiliki kedudukan sangat penting dalam Rumpun Peri karena menjadi pusat kehidupan, simbol tertinggi, dan sumber penciptaan cabang-cabang turunan peri.
Pohon Cahaya Kehidupan bukan asal-usul Peri Agung. Asal-usul Peri Agung berada pada lore yang lebih tua dan tidak dijelaskan dalam halaman ini.
Fungsi utama Pohon Cahaya Kehidupan:
- dijaga oleh Peri Agung;
- menjadi pusat sakral Rumpun Peri;
- digunakan oleh Ratu Peri dalam penciptaan cabang-cabang turunan peri;
- menjadi sumber bibit Pohon Dunia;
- menjadi tempat kembalinya jiwa Peri Agung melalui Penyerahan Jiwa;
- dan menjadi simbol tertinggi kehidupan dalam Rumpun Peri.
Pohon Cahaya Kehidupan memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan Rumpun Peri, tetapi tidak semua cabang peri memahami seluruh rahasia pohon tersebut.
Ratu Peri
Ratu Peri adalah gelar tertinggi dalam Peri Agung. Ia bukan ras terpisah, melainkan Peri Agung yang memegang kedudukan tertinggi atas Rumpun Peri dan Pohon Cahaya Kehidupan.
Prinsipnya:
Semua Ratu Peri adalah Peri Agung, tetapi tidak semua Peri Agung adalah Ratu Peri.
Ratu Peri memiliki otoritas tertinggi dalam Rumpun Peri. Ia berhubungan langsung dengan Pohon Cahaya Kehidupan dan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan seluruh cabang peri.
Fungsi Ratu Peri:
- menjadi penguasa tertinggi Rumpun Peri;
- menjaga Pohon Cahaya Kehidupan;
- menjaga kesinambungan Rumpun Peri;
- menggunakan Pohon Cahaya Kehidupan untuk menciptakan cabang turunan peri;
- memberi bibit Pohon Dunia kepada Peri Agung;
- membantu proses Penyerahan Jiwa Peri Agung;
- memberi pengakuan kepada roh tertentu dalam kondisi khusus;
- mengawasi pengangkatan Ratu Peri berikutnya;
- dan menjadi simbol tertinggi bagi cabang-cabang peri.
Bagi cabang-cabang peri seperti Elf Tinggi, Elf, Dark Elf, dan Dwarf, Ratu Peri dipandang sebagai pencipta dan asal tertinggi dari garis rumpun mereka.
Umur dan Keberadaan Ratu Peri
Ratu Peri memiliki kedudukan yang berbeda dari Peri Agung biasa. Selama memegang kedudukan sebagai Ratu Peri, ia tidak terikat oleh umur dan dapat dianggap abadi dalam tugasnya.
Keabadian Ratu Peri bukan berarti ia tidak mungkin mati. Keabadian ini lebih berkaitan dengan kedudukan dan tugasnya sebagai penjaga utama Pohon Cahaya Kehidupan.
Ratu Peri bertugas menjaga Pohon Cahaya Kehidupan dan membantu Peri Agung menyelesaikan perjalanan hidup mereka melalui Penyerahan Jiwa. Karena tugas tersebut, keberadaan Ratu Peri harus tetap stabil selama ia masih memegang kedudukan.
Ratu Peri sangat jarang keluar dari wilayah Pohon Cahaya Kehidupan. Jika Ratu Peri sampai keluar dari wilayahnya, hal itu biasanya menandakan bahwa dunia sedang berada dalam bahaya besar, mengalami gejolak besar, atau sedang menghadapi kasus khusus yang tidak dapat diabaikan.
Prinsipnya:
Ratu Peri tidak terikat umur selama memegang kedudukan, tetapi tetap bukan makhluk yang mustahil mati.
Wilayah Ratu Peri
Ratu Peri biasanya menetap di wilayah Pohon Cahaya Kehidupan. Wilayah ini dapat dianggap sebagai sarang, pusat, atau domain utama Ratu Peri.
Ratu Peri jarang meninggalkan wilayah tersebut karena tugasnya terikat langsung pada Pohon Cahaya Kehidupan dan keberlangsungan Peri Agung.
Jika Ratu Peri keluar dari wilayahnya, hal itu bukan peristiwa biasa.
Kemungkinan alasan Ratu Peri keluar dari wilayah Pohon Cahaya Kehidupan:
- dunia sedang berada dalam bahaya besar;
- terjadi gejolak besar dalam Rumpun Peri;
- Pohon Cahaya Kehidupan terancam;
- Pohon Dunia mengalami ancaman serius;
- cabang-cabang peri menghadapi krisis besar;
- muncul ancaman yang dapat mengganggu keseimbangan dunia;
- atau terjadi kasus khusus yang hanya dapat ditangani oleh Ratu Peri.
Prinsipnya:
Ratu Peri keluar dari wilayah Pohon Cahaya Kehidupan hanya dalam keadaan besar, berbahaya, atau sangat khusus.
Pengangkatan Ratu Peri
Ratu Peri baru tidak dipilih secara sembarangan. Pengangkatannya didasarkan pada kebijaksanaan para Peri Agung dan biasanya diawasi oleh Ratu Peri yang masih menjabat.
Syarat utama calon Ratu Peri:
- berasal dari Peri Agung;
- berusia lebih dari 10.000 tahun;
- memiliki kebijaksanaan tinggi;
- memiliki Arka yang matang dan stabil;
- diakui oleh para Peri Agung;
- mampu menjaga hubungan dengan Pohon Cahaya Kehidupan;
- dan dianggap layak memegang tanggung jawab tertinggi Rumpun Peri.
Ratu Peri yang masih menjabat biasanya akan memilih atau mengesahkan penerusnya sebelum melakukan Penyerahan Jiwa, turun takhta, atau mengakhiri masa kewajibannya.
Prinsipnya:
Ratu Peri baru dipilih melalui kebijaksanaan, pengakuan, dan kesiapan untuk memegang otoritas Pohon Cahaya Kehidupan.
Turun Takhta dan Mantan Ratu Peri
Ratu Peri dapat turun takhta. Namun turun takhta tidak selalu berarti kematian.
Sebagian Ratu Peri memilih melakukan Penyerahan Jiwa setelah menentukan penerusnya. Dalam kasus seperti ini, Ratu Peri mengembalikan jiwanya kepada Pohon Cahaya Kehidupan setelah tugasnya selesai.
Namun dalam kasus lain, Ratu Peri dapat digantikan oleh penerusnya dan tetap hidup sebagai mantan Ratu Peri.
Ketika seorang Ratu Peri menjadi mantan Ratu Peri, kekuatan yang telah ia capai selama menjabat tidak hilang begitu saja. Pengalaman, pengetahuan, Arka, dan kemampuan yang ia bangun tetap ada.
Namun ia kehilangan:
- kewajiban resmi sebagai Ratu Peri;
- otoritas tertinggi atas Pohon Cahaya Kehidupan;
- hak penuh untuk mengatur cabang-cabang Rumpun Peri;
- dan posisi sebagai penguasa tertinggi Rumpun Peri.
Prinsipnya:
Mantan Ratu Peri tidak kehilangan kekuatannya, tetapi kehilangan kewajiban dan otoritas resmi atas Pohon Cahaya Kehidupan.
Peri Agung Pria
Peri Agung pada umumnya berkelamin perempuan. Peri Agung pria sangat langka dan tidak muncul sebagai bagian umum dari keberadaan Peri Agung.
Dalam kondisi khusus, Ratu Peri dapat membentuk atau mengakui Peri Agung pria dari roh ras lain yang ia akui. Pengakuan ini tidak diberikan sembarangan. Roh yang dipilih biasanya memiliki kualitas, ikatan, jasa, atau makna tertentu bagi Ratu Peri dan Rumpun Peri.
Karena keberadaannya sangat langka, Peri Agung pria sering dianggap sebagai pengecualian dalam struktur Peri Agung.
Prinsipnya:
Peri Agung pria adalah keberadaan langka yang hanya dapat muncul melalui kehendak khusus Ratu Peri.
Umur Peri Agung
Peri Agung tidak mati karena usia. Mereka tidak mengalami penuaan fisik seperti ras biasa.
Secara penampilan, Peri Agung biasanya selalu terlihat muda, umumnya sekitar usia 15 sampai 35 tahun menurut standar Manusia Lama.
Namun tidak mati karena usia bukan berarti Peri Agung mustahil mati atau tidak dapat mengakhiri keberadaannya. Banyak Peri Agung memilih melakukan Penyerahan Jiwa setelah hidup sangat lama, sering kali sekitar 100.000 tahun atau lebih.
Hal ini bukan kematian karena umur, melainkan keputusan spiritual untuk kembali kepada Pohon Cahaya Kehidupan.
Prinsipnya:
Peri Agung tidak mati karena umur, tetapi dapat memilih kembali kepada Pohon Cahaya Kehidupan ketika perjalanan hidupnya dianggap selesai.
Penyerahan Jiwa
Penyerahan Jiwa adalah proses ketika Peri Agung mengembalikan jiwanya kepada Pohon Cahaya Kehidupan.
Proses ini biasanya terjadi ketika seorang Peri Agung merasa tidak lagi memiliki tujuan hidup, tugas yang berarti, atau kehendak untuk terus menjalani kehidupan. Setelah hidup terlalu lama, sebagian Peri Agung dapat kehilangan makna hidup dan memilih kembali ke sumber sakral yang mereka jaga.
Ratu Peri memiliki peran penting dalam proses ini. Sebagai penjaga utama Pohon Cahaya Kehidupan, Ratu Peri membantu Peri Agung menyelesaikan perjalanan hidupnya melalui Penyerahan Jiwa.
Penyerahan Jiwa bukan kematian biasa. Ini adalah proses spiritual yang diterima dalam tradisi Peri Agung.
Alasan umum Penyerahan Jiwa:
- merasa tugasnya telah selesai;
- kehilangan tujuan hidup;
- kehilangan kepuasan dalam kehidupan panjang;
- kelelahan spiritual;
- kehendak untuk kembali kepada Pohon Cahaya Kehidupan;
- atau keputusan pribadi yang diterima oleh tradisi Peri Agung.
Prinsipnya:
Peri Agung tidak runtuh karena usia. Mereka kembali ketika jiwa mereka memilih untuk selesai.
Hubungan dengan Arka
Peri Agung memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Arka. Tubuh, jiwa, dan keberadaan mereka mampu menampung Arka dalam tingkat yang jauh lebih stabil dibanding banyak ras lain.
Peri Agung yang telah mencapai usia lebih dari 10.000 tahun umumnya memiliki Arka yang sangat besar, matang, dan stabil. Namun hal ini tidak berarti semua Peri Agung memiliki kemampuan tempur yang sama.
Ratu Peri biasanya memiliki Arka yang sangat matang karena kedudukannya menuntut kestabilan luar biasa. Namun kekuatan Ratu Peri bukan hanya berasal dari kapasitas Arka, tetapi juga dari hubungan, tugas, otoritas, dan kedudukannya terhadap Pohon Cahaya Kehidupan.
Kualitas Arka Peri Agung tetap dipengaruhi oleh:
- usia;
- kestabilan jiwa;
- pengalaman;
- tugas hidup;
- hubungan dengan Pohon Cahaya Kehidupan;
- latihan;
- dan kondisi individu.
Prinsipnya:
Peri Agung cenderung memiliki Arka besar dan stabil, tetapi kekuatan nyata tetap bergantung pada penguasaan dan kondisi masing-masing individu.
Pohon Dunia
Pohon Dunia adalah pohon sakral yang berasal dari bibit Pohon Cahaya Kehidupan. Bibit ini diberikan oleh Ratu Peri kepada Peri Agung, lalu Peri Agung menanamnya di wilayah tertentu.
Ketika Pohon Dunia tumbuh, wilayah sekitarnya menjadi lebih stabil, lebih subur, dan memiliki sumber daya alam yang lebih melimpah. Pohon Dunia juga menjadi pusat koloni Elf Tinggi dan Elf.
Peran Peri Agung terhadap Pohon Dunia:
- menerima bibit Pohon Dunia dari Ratu Peri;
- menanam bibit tersebut di tempat yang dipilih;
- menjaga rahasia asal-usul Pohon Dunia;
- dan memastikan cabang Rumpun Peri dapat menemukan wilayah baru yang stabil.
Setelah Pohon Dunia tumbuh, Elf Tinggi dan Elf dapat merasakan kehadirannya. Mereka kemudian membentuk koloni di wilayah tersebut.
Prinsipnya:
Peri Agung menanam bibit Pohon Dunia. Elf Tinggi dan Elf menjaga wilayah Pohon Dunia setelah pohon itu tumbuh.
Hubungan dengan Cabang Turunan Peri
Peri Agung adalah ras tertinggi dalam Rumpun Peri. Cabang-cabang turunan seperti Elf Tinggi, Elf, Dark Elf, dan Dwarf diciptakan oleh Ratu Peri melalui Pohon Cahaya Kehidupan.
Hubungan ini membuat seluruh cabang Rumpun Peri tetap terhubung kepada Peri Agung dan Ratu Peri, meskipun bentuk tubuh, budaya, cara hidup, dan hubungan mereka dengan alam dapat berbeda jauh.
| Cabang | Hubungan dengan Peri Agung |
|---|---|
| Elf Tinggi | Cabang tinggi yang mengelola inti Pohon Dunia. |
| Elf | Cabang umum yang melindungi wilayah Pohon Dunia dan berhubungan dengan roh alam. |
| Dark Elf | Cabang pragmatis yang memanfaatkan alam secara aktif dan memulihkannya kembali. |
| Dwarf | Cabang paling membumi dan material, dekat dengan batu, logam, tambang, dan teknologi. |
Secara umum, cabang-cabang tersebut menghormati Peri Agung dan Ratu Peri sebagai asal tertinggi. Namun hubungan antar-cabang tidak selalu dekat atau harmonis. Perbedaan budaya dapat memunculkan jarak, ketegangan, atau konflik.
Prinsipnya:
Semua cabang Rumpun Peri berasal dari penciptaan Ratu Peri, tetapi tidak semua cabang peri hidup dengan cara yang sama.
Hubungan dengan Roh Alam
Roh alam bukan ras dalam struktur Rumpun Peri. Mereka tidak memiliki garis biologis, masyarakat, sejarah, keturunan, dan keberlangsungan sosial seperti ras.
Roh alam adalah keberadaan yang muncul dari unsur, tempat, atau fenomena alam tertentu. Mereka dapat disebut secara sederhana berdasarkan unsur atau tempatnya, seperti:
- roh angin;
- roh pohon;
- roh air;
- roh api;
- roh batu;
- roh hutan;
- roh sungai;
- atau roh alam lain.
Peri Agung memahami keberadaan roh alam, tetapi roh alam tidak dicatat sebagai cabang ras dalam Rumpun Peri.
Prinsipnya:
Roh alam adalah entitas alam, bukan ras biologis.
Sifat dan Pandangan Hidup
Peri Agung umumnya memiliki pandangan hidup yang panjang, tenang, dan sulit dipahami oleh ras berumur pendek. Karena hidup sangat lama dan memegang tanggung jawab sakral, cara mereka melihat waktu, kehidupan, kematian, dan tugas berbeda dari ras biasa.
Namun Peri Agung bukan makhluk yang memiliki sifat seragam. Setiap individu tetap dapat memiliki kepribadian, pandangan, keputusan, dan beban hidup yang berbeda.
Sebagian Peri Agung dapat menjadi bijaksana dan penuh kasih. Sebagian lain dapat menjadi dingin, jauh, pasif, atau terlalu terikat pada tradisi. Usia panjang tidak selalu membuat mereka sempurna.
Ratu Peri juga tetap merupakan individu. Walaupun kedudukannya sangat tinggi, ia tetap dapat memiliki karakter, keputusan, beban, dan konflik batin sendiri.
Prinsipnya:
Peri Agung memiliki usia dan pandangan hidup yang panjang, tetapi mereka tetap individu yang dapat berbeda satu sama lain.
Populasi Peri Agung
Populasi Peri Agung sangat sedikit. Mereka termasuk salah satu ras paling langka dalam Rumpun Peri.
Peri Agung biasanya hidup di sekitar Pohon Cahaya Kehidupan atau wilayah yang memiliki hubungan langsung dengan tugas sakral mereka. Mereka jarang menjelajah jauh tanpa alasan penting.
Penyebab populasi sedikit:
- asal-usul mereka tidak umum;
- jumlah Peri Agung sangat terbatas;
- Peri Agung baru tidak muncul dengan mudah;
- sebagian memilih Penyerahan Jiwa setelah hidup sangat lama;
- dan mereka tidak berkembang seperti ras biologis biasa.
Dalam banyak wilayah, Peri Agung lebih dikenal sebagai legenda, sumber asal-usul, atau keberadaan sakral daripada sebagai ras yang sering ditemui secara langsung.
Reproduksi dan Keturunan
Peri Agung tidak memiliki dorongan reproduksi alami seperti ras biologis umum. Mereka bukan ras yang berkembang terutama melalui kelahiran biologis biasa.
Namun dalam keadaan khusus, Peri Agung masih dapat memiliki keturunan dengan ras lain. Hal ini sangat jarang terjadi dan membutuhkan kondisi tertentu, kecocokan tubuh, kestabilan Arka, serta keadaan yang tidak umum.
Keturunan dari Peri Agung tidak otomatis menjadi Peri Agung murni. Status, bentuk, dan sifat keturunan tersebut bergantung pada banyak faktor, termasuk garis darah, Arka, tubuh, dan kondisi kelahiran.
Prinsipnya:
Peri Agung tidak bergantung pada reproduksi biologis, tetapi bukan berarti mustahil memiliki keturunan dengan ras lain dalam kondisi khusus.
Kelebihan Peri Agung
Peri Agung memiliki beberapa kelebihan besar sebagai ras tertinggi dalam Rumpun Peri.
| Kelebihan | Penjelasan |
|---|---|
| Tidak mati karena usia | Tidak mengalami kematian alami akibat umur. |
| Tidak menua fisik | Tetap terlihat muda dalam waktu sangat panjang. |
| Arka sangat matang | Terutama setelah mencapai usia lebih dari 10.000 tahun. |
| Menjaga Pohon Cahaya Kehidupan | Memiliki tugas sakral terhadap pusat kehidupan Rumpun Peri. |
| Status tertinggi | Dihormati oleh cabang-cabang Rumpun Peri. |
| Kebijaksanaan panjang | Usia panjang memberi pengalaman dan pandangan luas. |
| Kestabilan jiwa tinggi | Lebih mampu menahan tekanan umur panjang dibanding banyak ras lain. |
| Hubungan dengan Pohon Dunia | Dapat menerima dan menanam bibit Pohon Dunia melalui Ratu Peri. |
Kelemahan Peri Agung
Meski sangat tinggi, Peri Agung tetap memiliki kelemahan.
| Kelemahan | Penjelasan |
|---|---|
| Populasi sangat sedikit | Jumlah mereka sangat terbatas. |
| Jarang menjelajah | Kebanyakan hidup dekat pusat tugas sakral mereka. |
| Tidak berkembang seperti ras biologis biasa | Pertumbuhan populasi tidak mengikuti reproduksi umum. |
| Rentan kehilangan tujuan hidup | Kehidupan terlalu panjang dapat menyebabkan kehampaan spiritual. |
| Dapat melakukan Penyerahan Jiwa | Mereka dapat memilih kembali kepada Pohon Cahaya Kehidupan. |
| Tidak selalu memahami ras berumur pendek | Pandangan hidup mereka terlalu panjang dan sulit disamakan dengan ras lain. |
| Asal-usul tidak terbuka | Banyak rahasia Peri Agung tidak diketahui cabang lain. |
Peri Agung bukan makhluk tanpa batas. Mereka kuat, tua, dan sakral, tetapi tetap memiliki beban hidup yang berat.
Kelebihan Ratu Peri
Sebagai pemegang kedudukan tertinggi, Ratu Peri memiliki kelebihan khusus dibanding Peri Agung biasa.
| Kelebihan | Penjelasan |
|---|---|
| Tidak terikat umur selama menjabat | Ratu Peri dapat dianggap abadi selama memegang kedudukannya. |
| Otoritas atas Pohon Cahaya Kehidupan | Memiliki hubungan resmi dan tertinggi dengan Pohon Cahaya Kehidupan. |
| Menjaga kesinambungan Rumpun Peri | Berperan dalam penciptaan dan keberlangsungan cabang peri. |
| Membantu Penyerahan Jiwa | Membantu Peri Agung menyelesaikan perjalanan hidupnya. |
| Kedudukan sakral | Dihormati oleh seluruh cabang Rumpun Peri. |
| Pengaruh besar | Keputusannya dapat memengaruhi arah Rumpun Peri secara luas. |
Keterbatasan Ratu Peri
Ratu Peri tetap memiliki batas dan beban.
| Keterbatasan | Penjelasan |
|---|---|
| Terikat tugas | Kedudukannya membuat ia harus menjaga Pohon Cahaya Kehidupan. |
| Jarang keluar wilayah | Kepergiannya dari wilayah Pohon Cahaya Kehidupan hanya terjadi dalam kondisi besar atau khusus. |
| Beban spiritual tinggi | Harus membantu proses Penyerahan Jiwa dan menjaga kesinambungan Rumpun Peri. |
| Tidak mutlak abadi | Tetap dapat melakukan Penyerahan Jiwa. |
| Otoritas bisa berakhir | Setelah turun takhta, ia kehilangan otoritas resmi atas Pohon Cahaya Kehidupan. |
| Tanggung jawab besar | Keputusan Ratu Peri dapat berdampak pada seluruh Rumpun Peri. |
Ratu Peri adalah kedudukan tertinggi, tetapi bukan kebebasan tanpa beban.
Perbedaan dengan Elf Tinggi
Peri Agung dan Elf Tinggi memiliki hubungan dekat, tetapi keduanya berbeda.
Peri Agung adalah ras tertinggi dalam Rumpun Peri dan penjaga Pohon Cahaya Kehidupan. Sementara itu, Elf Tinggi adalah cabang tinggi yang diciptakan oleh Ratu Peri melalui Pohon Cahaya Kehidupan.
| Aspek | Peri Agung | Elf Tinggi |
|---|---|---|
| Status | Ras tertinggi Rumpun Peri | Cabang tinggi Rumpun Peri |
| Asal-usul | Tidak dibahas secara terbuka | Diciptakan oleh Ratu Peri melalui Pohon Cahaya Kehidupan |
| Tugas utama | Menjaga Pohon Cahaya Kehidupan | Mengelola dan merawat Pohon Dunia |
| Hubungan dengan Ratu Peri | Ratu Peri berasal dari Peri Agung | Menghormati Ratu Peri sebagai pencipta |
| Populasi | Sangat sedikit | Sedikit, tetapi lebih banyak dibanding Peri Agung |
| Umur | Tidak mati karena usia | Sangat panjang, hingga sekitar 100.000 tahun dalam kondisi tertentu |
| Kedudukan | Akar tertinggi Rumpun Peri | Cabang tinggi yang berasal dari penciptaan Ratu Peri |
Prinsipnya:
Peri Agung adalah penjaga Pohon Cahaya Kehidupan. Elf Tinggi adalah pengelola inti Pohon Dunia.
Ringkasan Peri Agung
| Konsep | Penjelasan |
|---|---|
| Status | Ras tertinggi dalam Rumpun Peri. |
| Asal-usul | Tidak dijelaskan secara terbuka; disimpan untuk lore yang lebih tua. |
| Pemimpin tertinggi | Ratu Peri. |
| Ratu Peri | Gelar tertinggi dalam Peri Agung, bukan ras terpisah. |
| Umur Ratu Peri | Tidak terikat umur selama memegang kedudukan sebagai Ratu Peri. |
| Kematian Ratu Peri | Dapat terjadi melalui Penyerahan Jiwa kepada Pohon Cahaya Kehidupan. |
| Turun takhta | Tidak selalu berarti mati; mantan Ratu Peri dapat tetap hidup tetapi kehilangan kewajiban dan otoritas resmi atas Pohon Cahaya Kehidupan. |
| Ratu Peri keluar wilayah | Sangat jarang; biasanya menandakan bahaya besar, gejolak dunia, atau kasus khusus. |
| Pohon yang dijaga | Pohon Cahaya Kehidupan. |
| Cabang turunan | Elf Tinggi, Elf, Dark Elf, dan Dwarf. |
| Pencipta cabang turunan | Ratu Peri melalui Pohon Cahaya Kehidupan. |
| Jenis kelamin umum | Umumnya perempuan. |
| Peri Agung pria | Sangat langka, hanya dapat muncul melalui kehendak khusus Ratu Peri. |
| Umur Peri Agung | Tidak mati karena usia. |
| Penampilan | Selalu tampak muda, sekitar 15–35 tahun menurut standar Manusia Lama. |
| Kematian umum | Penyerahan Jiwa kepada Pohon Cahaya Kehidupan. |
| Usia Penyerahan Jiwa umum | Sering terjadi sekitar 100.000 tahun atau lebih, tetapi bukan karena usia. |
| Populasi | Sangat sedikit dan sulit ditemukan. |
| Arka | Umumnya sangat besar dan matang setelah usia lebih dari 10.000 tahun. |
| Pohon Dunia | Bibitnya berasal dari Pohon Cahaya Kehidupan, diberikan oleh Ratu Peri kepada Peri Agung untuk ditanam. |
| Roh alam | Bukan ras; cukup disebut sebagai roh angin, roh pohon, roh api, dan sejenisnya. |
Prinsip Utama Peri Agung
Peri Agung adalah ras tertinggi dalam Rumpun Peri. Mereka bukan makhluk yang berasal dari Pohon Cahaya Kehidupan, melainkan penjaga pohon tersebut.
Asal-usul sejati Peri Agung dan Ratu Peri belum dijelaskan secara terbuka. Hal itu termasuk bagian dari lore yang lebih tua.
Ratu Peri adalah gelar tertinggi dalam Peri Agung. Ia menciptakan cabang-cabang turunan Rumpun Peri seperti Elf Tinggi, Elf, Dark Elf, dan Dwarf melalui Pohon Cahaya Kehidupan.
Ratu Peri tidak terikat umur selama memegang kedudukannya. Namun ia tetap dapat melakukan Penyerahan Jiwa setelah memilih penerus atau setelah tugasnya dianggap selesai. Tidak semua Ratu Peri yang turun takhta mati; sebagian dapat hidup sebagai mantan Ratu Peri, tetap membawa kekuatan dan pengalaman yang telah ia capai, tetapi tanpa otoritas resmi atas Pohon Cahaya Kehidupan.
Peri Agung tidak mati karena usia dan tidak menua secara fisik. Namun kehidupan panjang bukan berarti tanpa beban. Banyak Peri Agung pada akhirnya memilih melakukan Penyerahan Jiwa ketika tugas, tujuan, atau kehendak hidup mereka telah selesai.
Dengan demikian, Peri Agung bukan sekadar ras kuat. Mereka adalah penjaga Pohon Cahaya Kehidupan, asal kedudukan Ratu Peri, dan pusat sakral dari seluruh Rumpun Peri.

