Negara-Negara Zaman Abu Nuklir
Zaman Abu Nuklir adalah masa setelah Perang Nuklir besar yang menghancurkan banyak wilayah Terra. Masa ini juga dapat disebut sebagai Zaman Pasca Perang Nuklir, karena menjadi periode ketika dunia harus bertahan hidup setelah kerusakan besar yang ditinggalkan oleh perang nuklir.
Pada masa ini, tatanan negara lama mulai runtuh. Sebagian wilayah kehilangan pusat pemerintahan, sebagian melebur dengan wilayah lain, sebagian membentuk pemerintahan darurat, dan sebagian lainnya bertahan sebagai federasi sementara, koalisi militer, atau negara gabungan.
Kehancuran pada masa ini tidak hanya disebabkan oleh ledakan nuklir, tetapi juga oleh dampak lanjutan seperti radiasi, perubahan suhu global, kerusakan lahan pangan, runtuhnya jaringan air, krisis energi, migrasi massal, dan hilangnya pusat pemerintahan lama.
Negara-negara yang bertahan pada Zaman Abu Nuklir kemudian menjadi pelaku utama dalam Perang Dunia IV, yaitu perang besar yang dipicu oleh perebutan sumber daya alam, wilayah aman, air bersih, pangan, energi, dan zona rendah radiasi.
Daftar Negara Zaman Abu Nuklir
| No | Negara Zaman Abu Nuklir | Terbentuk dari / Sisa Utama | Kondisi Umum | Arah Konsolidasi Era Baru |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Asterden | Asteron, Calden | Negara gabungan utara-barat yang bertahan dengan pusat militer dan teknologi besar. | Asterhold |
| 2 | Elaren | Brithan, Fralune, Darmund, Nethra, Belden | Federasi barat yang bertahan melalui kota industri, pelabuhan, dan pusat administratif lama. | Caelvaris |
| 3 | Meridia | Itara, Espira, Portava, Helora | Koalisi selatan yang bertahan melalui jalur laut, pesisir, dan kota-kota tua. | Caelvaris |
| 4 | Ostvar | Polvar, Cezran, Avrund, Serava, Belran | Negara penyangga yang terbentuk dari wilayah perbatasan dan zona konflik lama. | Caelvaris |
| 5 | Noryn | Norvik, Sveren, Finra, Denvar, Iskar | Federasi utara yang bertahan melalui wilayah dingin, jalur laut utara, dan sumber daya alam. | Norvheim |
| 6 | Mikara | Mikara | Negara kepulauan timur yang bertahan dalam bentuk terisolasi dan sangat defensif. | Mikazuru |
| 7 | Rinyar | Seryun, Naryun | Negara semenanjung gabungan yang lahir setelah runtuhnya batas lama di kawasan tersebut. | Hanyul |
| 8 | Aureza | Aurand, Zevara | Koalisi maritim selatan yang bertahan melalui wilayah pesisir, pulau, dan jalur laut. | Tavaru |
| 9 | Vardek | Vardek | Negara daratan utara yang tetap bertahan, tetapi kehilangan banyak wilayah luar akibat radiasi dan suhu ekstrem. | Varyesk |
| 10 | Tairen | Tairen | Negara daratan besar yang bertahan melalui pusat pedalaman, sungai besar, dan wilayah pertanian yang tersisa. | Lianor |
| 11 | Dorven | Dorven | Negara stepa yang bertahan karena wilayahnya luas, tersebar, dan tidak sepenuhnya bergantung pada pusat kota besar. | Orkhadan |
| 12 | Sarqan | Kazren, Uzvara, Kyran, Tazira, Turven | Federasi pedalaman yang menguasai stepa, pegunungan, jalur energi, dan rute darat tengah. | Sahravand |
| 13 | Orzhan | Iravan, Syren, Irada, Turanis | Negara daratan panas yang bertahan melalui dataran tinggi, kota tua, dan jalur strategis barat-timur. | Sahravand |
| 14 | Sanira | Indara, Pakaren, Bangara | Negara padat penduduk yang bertahan dalam kondisi berat akibat krisis pangan, banjir, dan migrasi besar. | Sahravand |
| 15 | Sahmar | Sahraen, Emara, Qatora | Koalisi gurun dan energi yang bertahan karena penguasaan sumber daya penting. | Sahravand |
| 16 | Mazhara | Mizra, Morava, Alzara | Negara gurun barat yang bertahan melalui jalur sungai tua, pesisir, dan wilayah pedalaman. | Sahravand |
| 17 | Selan | Vetra, Laoren, Tharaya, Myandor, Kambira | Federasi tropis daratan yang bertahan melalui sungai, hutan, dan wilayah agraris. | Khamrith |
| 18 | Brunera | Brunda, Timera | Negara kecil maritim-selatan yang bertahan sebagai jalur logistik dan wilayah pinggir. | Khamrith |
| 19 | Mariven | Nusara, Malora, Singara, Filara | Federasi kepulauan besar yang bertahan melalui jalur laut, pelabuhan, dan rantai pulau. | Tavaru |
| 20 | Aksan | Naivor, Kenyar, Ethara | Koalisi daratan selatan yang bertahan melalui dataran tinggi, sabana, dan jalur pangan. | Kairava |
| 21 | Aksar | Aksar | Negara ujung selatan yang bertahan karena pesisir, tambang, dan posisi jalur laut. | Kairava |
| 22 | Bravora | Bravara | Negara hutan dan sungai besar yang menjadi salah satu pusat bertahan di wilayah selatan-barat. | Andeluz |
| 23 | Mexora | Mexira, Colvara | Negara utara-barat yang bertahan melalui pegunungan, kota besar, dan jalur darat. | Andeluz |
| 24 | Andera | Perya, Chera, Argela | Negara pegunungan selatan yang bertahan melalui dataran tinggi, pesisir panjang, dan wilayah dingin selatan. | Andeluz |
| 25 | Cariven | Cubara, Venora, Nikara | Koalisi pesisir dan kepulauan yang bertahan sebagai jalur laut dan wilayah sumber daya. | Andeluz |
| 26 | Grenda | Grenda | Wilayah es besar yang bertahan dalam isolasi ekstrem dan menjadi salah satu kawasan paling sulit dijangkau. | Iskaryn |
| 27 | Sivaren | Sivara, Eirden | Negara netral sisa yang bertahan melalui pusat arsip, diplomasi, keuangan, dan wilayah pulau barat. | Caelvaris |
Ringkasan Penyusutan Negara
| Masa | Kondisi Negara |
|---|---|
| Era Perang Nuklir | Negara masih banyak, terpisah, dan terbagi dalam kekuatan besar dunia. |
| Zaman Abu Nuklir | Banyak negara runtuh, melebur, atau bertahan sebagai federasi dan koalisi darurat. |
| Perang Dunia IV | Negara-negara yang tersisa saling berebut sumber daya, wilayah aman, air, pangan, energi, dan zona rendah radiasi. |
| Era Pemulihan | Wilayah yang masih bertahan mulai menyatu menjadi negara-negara besar baru. |
| Era Baru | Terra memasuki tatanan baru dengan jumlah negara yang jauh lebih sedikit dibanding masa sebelumnya. |
Catatan
Negara-negara Zaman Abu Nuklir tidak selalu terbentuk melalui penyatuan damai. Sebagian lahir dari pemerintahan darurat, penggabungan wilayah sisa, migrasi besar, runtuhnya batas negara lama, atau kebutuhan bertahan hidup setelah kerusakan global.
Masa ini menjadi jembatan antara dunia lama yang hancur dan lahirnya negara-negara besar pada Era Baru. Banyak negara pada Zaman Abu Nuklir tidak bertahan sebagai negara resmi pada masa cerita utama, tetapi jejaknya masih dapat muncul dalam arsip, nama wilayah lama, identitas lokal, konflik warisan, atau sejarah pembentukan negara Era Baru.
Arah konsolidasi pada tabel menunjukkan tujuan akhir wilayah tersebut pada Era Baru, bukan proses yang selalu langsung, damai, atau sederhana. Beberapa wilayah mungkin melewati perang, pendudukan, perpecahan, migrasi besar, dan penyatuan paksa sebelum akhirnya menjadi bagian dari negara besar seperti Khamrith, Tavaru, Lianor, Orkhadan, Hanyul, Mikazuru, Varyesk, Caelvaris, Sahravand, Kairava, Norvheim, Iskaryn, Asterhold, dan Andeluz.

