Celia Arandelle
Nama Karakter: Celia Arandelle
Ras: Manusia Baru Adaptif
Jenis Kelamin: Perempuan
Usia / Perkiraan Usia: 17 tahun
Asal Wilayah / Negara: Valira
Serikat: Aurelion
Kepribadian Utama:
Celia Arandelle adalah murid yang percaya diri, rapi, dan terbiasa membawa diri dengan anggun. Ia memiliki cara bicara yang cukup teratur dan sering terlihat seperti orang yang sudah memikirkan ucapannya sebelum berbicara. Celia tidak terlalu suka menunjukkan kepanikan, meskipun sebenarnya ia juga bisa merasa takut seperti teman-temannya yang lain.
Ia punya sisi kompetitif yang cukup kuat, tetapi tidak sampai menjadikannya sombong secara berlebihan. Celia hanya tidak suka terlihat tidak mampu di depan orang lain. Karena itu, ia sering berusaha menjaga citra dirinya tetap baik, terutama di tengah kelompok yang masih menilai satu sama lain.
Dalam Aurelion, Celia menjadi anggota yang cukup disiplin dan punya kemauan kuat untuk berkembang. Ia tidak selalu cocok dengan orang yang terlalu santai atau ceroboh, tetapi ia bisa menghargai kemampuan orang lain jika terbukti berguna. Celia bukan karakter yang sepenuhnya lembut, tetapi juga bukan orang yang jahat. Ia hanya terbiasa mempertahankan harga dirinya.
Hubungan dengan MC:
Celia melihat Ravian sebagai teman sekelas yang aneh karena tidak terlalu peduli pada kesan luar. Ravian tidak banyak bicara, tidak mencari perhatian, dan tidak berusaha terlihat hebat, tetapi tetap sering dipercaya dalam situasi sulit. Hal ini membuat Celia cukup penasaran terhadapnya.
Bagi Celia, Ravian adalah sosok yang sulit dibandingkan dengan murid lain. Ia tidak selalu menyukai cara Ravian yang terlalu datar, tetapi ia mengakui bahwa Ravian punya ketenangan yang tidak mudah dibuat-buat.
Ravian sendiri melihat Celia sebagai teman sekelas yang cukup menjaga harga diri dan kadang terlalu memikirkan bagaimana dirinya terlihat di mata orang lain. Namun, Ravian tidak menganggap Celia buruk. Ia hanya melihat Celia sebagai orang yang masih berusaha mempertahankan kendali atas dirinya sendiri di dunia yang sudah tidak stabil.
Kekuatan:
• Elemen:
- Cahaya
• Unik:
- Ketahanan Sorot: Kemampuan untuk menjaga fokus dan penglihatan tetap stabil saat terkena cahaya kuat, kilatan mendadak, atau perubahan terang-gelap secara cepat.
- Postur Tegak: Kemampuan untuk menjaga keseimbangan tubuh dan sikap berdiri tetap stabil meski sedang lelah, gugup, atau berada di bawah tekanan ringan.
• Spesial:
- Tidak ada
• Transenden: Tidak ada / belum diketahui
Rahasia Karakter:
Celia sebenarnya takut jika dirinya terlihat biasa saja. Sebelum dunia runtuh, ia terbiasa hidup dengan standar tinggi dari lingkungan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Ia merasa harus selalu terlihat rapi, mampu, dan tidak mudah kalah.
Setelah populasi dunia berkurang drastis, ketakutan itu tidak hilang. Celia justru semakin merasa bahwa orang yang tersisa harus punya nilai agar tidak ditinggalkan. Karena itu, ia sering memaksakan diri untuk terlihat kuat, meskipun sebenarnya ia belum sepenuhnya siap menghadapi dunia baru.
Rahasia ini tidak besar, tetapi cukup membentuk karakternya. Celia bukan orang yang hanya ingin dipuji. Ia hanya takut menjadi seseorang yang tidak dianggap penting oleh siapa pun.
Latar Belakang:
Celia Arandelle berasal dari Valira dan pindah ke Tavaru bersama keluarganya ketika kondisi dunia semakin tidak aman. Tavaru menjadi salah satu wilayah yang dianggap lebih stabil dan lebih mungkin memberi perlindungan selama masa perang dunia dan perang nuklir.
Sebelum dunia runtuh, Celia dibesarkan dalam lingkungan yang cukup teratur dan menuntut. Ia terbiasa menjaga penampilan, cara bicara, dan sikapnya di depan orang lain. Kebiasaan itu membuatnya tampak dewasa, tetapi juga membuatnya sulit bersikap santai.
Di sekolah Ravian, Celia bukan murid yang paling dekat dengan semua orang, tetapi cukup dikenal karena sikapnya yang rapi dan percaya diri. Beberapa teman menganggapnya agak sulit didekati, sementara yang lain melihatnya sebagai orang yang bisa diandalkan jika diberi tanggung jawab.
Ketika seluruh kelas Ravian bergabung ke Serikat Aurelion, Celia melihatnya sebagai cara untuk membuktikan bahwa dirinya tidak hanya bertahan karena perlindungan Tavaru. Ia ingin menjadi seseorang yang punya peran nyata dalam kelompok, bukan hanya murid pindahan dari negara lain yang ikut berlindung.
Dalam Aurelion, Celia perlahan belajar bahwa harga diri tidak selalu harus dibuktikan lewat kesan sempurna. Di dunia baru, kadang mengakui rasa takut dan tetap berdiri bersama teman-teman jauh lebih bernilai daripada terlihat kuat sendirian.

