Jiro Akatsumi
Nama Karakter: Jiro Akatsumi
Ras: Manusia Baru Adaptif
Jenis Kelamin: Laki-laki
Usia / Perkiraan Usia: 17 tahun
Asal Wilayah / Negara: Mikazuru
Serikat: Aurelion
Kepribadian Utama:
Jiro Akatsumi adalah murid yang pendiam, fokus, dan tidak terlalu suka mencari perhatian. Ia bukan tipe yang dingin, tetapi lebih nyaman mengamati keadaan sebelum ikut masuk ke dalam percakapan. Jika tidak diperlukan, Jiro lebih sering diam dan membiarkan orang lain berbicara lebih dulu.
Ia memiliki sifat tekun dan cukup keras kepala dalam hal yang sedang ia kerjakan. Jika sudah merasa sebuah tugas perlu diselesaikan, Jiro bisa terus mencoba meskipun hasil awalnya gagal. Namun, sifat ini juga membuatnya kadang sulit berhenti, bahkan ketika tubuhnya sudah lelah atau keadaan sudah tidak ideal.
Dalam Aurelion, Jiro menjadi anggota yang cenderung bekerja dari sisi praktis. Ia tidak terlalu menonjol dalam percakapan kelompok, tetapi bisa diandalkan untuk pekerjaan yang membutuhkan ketekunan, perbaikan sederhana, atau penanganan benda dan alat.
Hubungan dengan MC:
Jiro melihat Ravian sebagai teman sekelas yang tenang dan tidak banyak menekan orang lain. Ia merasa cukup nyaman dengan Ravian karena Ravian tidak memaksanya untuk banyak bicara atau menunjukkan reaksi yang berlebihan.
Bagi Jiro, Ravian adalah sosok yang bisa dipercaya ketika situasi mulai tidak teratur. Ia tidak selalu memahami isi pikiran Ravian, tetapi ia mengakui bahwa Ravian sering mampu melihat masalah dengan lebih jernih dibanding banyak orang di sekitarnya.
Ravian sendiri melihat Jiro sebagai teman sekelas yang tidak banyak bicara, tetapi cukup konsisten. Ravian tidak menganggap Jiro sebagai orang yang mencolok, namun ia sadar bahwa Jiro bisa bertahan dalam pekerjaan yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan.
Kekuatan:
• Elemen:
- Alkimia
• Unik:
- Tangan Mantap: Kemampuan untuk menjaga gerakan tangan tetap stabil saat memegang, merakit, memperbaiki, atau memindahkan benda kecil.
- Daya Tahan Nyeri Ringan: Kemampuan untuk tetap bergerak dan berkonsentrasi meskipun mengalami rasa sakit ringan, lecet, atau tekanan fisik sederhana.
• Spesial:
- Tidak ada
• Transenden: Tidak ada / belum diketahui
Rahasia Karakter:
Jiro sering merasa bahwa dirinya tidak terlalu penting di dalam kelompok karena tidak pandai bicara dan tidak punya keberanian mencolok seperti beberapa teman lainnya. Ia jarang mengatakannya, tetapi diam-diam takut hanya menjadi orang yang mudah dilupakan.
Karena itu, Jiro sering berusaha membantu lewat tindakan kecil. Ia memperbaiki barang, mengecek alat, atau menyelesaikan tugas tanpa banyak bicara. Ia tidak selalu berharap dipuji, tetapi sebenarnya merasa lega jika ada orang yang menyadari usahanya.
Rahasia ini sederhana, tetapi membentuk cara Jiro bertindak. Ia tidak ingin menjadi pusat perhatian, namun tetap ingin keberadaannya berarti bagi Aurelion.
Latar Belakang:
Jiro Akatsumi berasal dari Mikazuru dan pindah ke Tavaru bersama keluarganya setelah kondisi dunia semakin memburuk. Tavaru dipilih karena dianggap sebagai salah satu negara yang lebih aman dan lebih stabil selama masa perang dunia dan perang nuklir.
Sebelum dunia runtuh, Jiro terbiasa menghabiskan waktu dengan benda-benda kecil, alat, dan pekerjaan yang membutuhkan kesabaran. Ia bukan murid yang sangat populer, tetapi beberapa orang mengenalnya sebagai seseorang yang tekun dan jarang menyerah jika sedang mencoba memperbaiki sesuatu.
Setelah populasi dunia berkurang drastis, Jiro semakin sulit membuka diri. Ia merasa kata-kata tidak selalu cukup untuk menghadapi kehilangan dan kekacauan. Karena itu, ia lebih sering memilih membantu lewat tindakan langsung, meskipun kecil dan tidak selalu terlihat oleh teman-temannya.
Elemen Alkimia membuat Jiro memiliki potensi dalam memahami perubahan bentuk, susunan, dan penggunaan material sederhana. Namun, kemampuannya masih terbatas oleh latihan, pengetahuan, dan pengalaman. Ia belum menjadi ahli besar, tetapi punya dasar yang berguna untuk berkembang sebagai anggota pendukung Aurelion.
Ketika seluruh kelas Ravian bergabung ke Serikat Aurelion, Jiro tidak melihatnya sebagai jalan untuk menjadi terkenal atau kuat. Baginya, Aurelion adalah tempat untuk tetap bersama orang-orang yang masih tersisa, sekaligus kesempatan untuk membuktikan bahwa tindakan kecil juga bisa membantu kelompok bertahan.

